JAKARTA - Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meminta Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mempercepat pembangunan kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk beberapa waktu lalu.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris mengatakan percepatan perlu dilakukan agar kegiatan belajar para santri segera kembali normal.
"Ini menjadi prioritas kami juga dan sesuai instruksi Presiden melalui Kemenko PM agar bisa segera merealisasikan proses renovasi dan rekonstruksinya," kata Haris usai meninjau langsung lokasi Ponpes Al-Khoziny, Kamis, 13 November.
Menurut dia, kondiai bangunan ambruk sampai daat ini membuat ratusan santri belum memiliki tempat belajar dan beristirahat yang layak. Sebagian besar dari mereka ditampung sementara di rumah warga sekitar pesantren.
"Mudah-mudahan kami Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat bersama kementerian teknis terkait bisa mempercepat proses rekonstruksi ini," ujar Haris.
BACA JUGA:
Sementara itu, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Dewi Chomistriana, memastikan persiapan rekonstruksi sudah masuk tahap akhir dan akan dimulai tahun ini.
Ia menuturkan, tahap awal pembangunan difokuskan pada pemeriksaan legalitas lahan dan penyesuaian desain agar sesuai kebutuhan santri.
"Rekonstruksi bangunan Pesantren Al-Khoziny dilakukan di lokasi baru yang berjarak sekitar 300 meter dari kompleks utama. Bangunan ini akan menggantikan fungsi dari salah satu bangunan pesantren yang ambruk," tutur Dewi.
Diketahui, Menko PM Muhaimin Iskandar telah membentuk Satgas Penataan Pembangunan Pesantren, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Satgas ini bertugas memastikan seluruh infrastruktur pondok pesantren aman dan layak setelah robohnya bangunan Ponpes Al-Khoziny.