Bagikan:

JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menginstruksikan Kementerian Dalam Negeri melakukan penyelidikan terkait insiden warganya tewas usai melakukan aksi bakar diri. 

Kantor berita pemerintah IRNA dikutip dari AFP, Kamis 13 November, melaporkan pria Iran akhirnya meninggal dunia usai melakukan aksi bakar diri setelah petugas kota menggusur usaha restoran milik keluarganya.

Pezeshkian menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pria bernama Ahmad Baledi, 20 tahun, tersebut dan mengucapkan duka kepada keluarga yang ditinggalkan pada Selasa malam waktu setempat. 

Ahmad Baledi, meninggal dunia setelah api menghanguskan 70 persen tubuhnya. Ia membakar diri pada 2 November di sebuah taman di Ahvaz, Provinsi Khuzestan, Iran yang kaya minyak, ketika petugas kota menutup kios tersebut, satu-satunya sumber pendapatan keluarganya.

Setelah aksi bakar diri tersebut, seorang wali kota dan kepala badan penegakan hukum di Kota Ahvaz di barat daya Iran ditangkap terkait insiden tersebut.

Menurut IRNA, surat perintah penangkapan telah diterbitkan untuk tiga orang lainnya terkait kasus ini, sementara kematian pria tersebut memicu kembali perdebatan publik tentang kemiskinan di Republik Islam tersebut.

Tidak ada demonstrasi atau kerusuhan besar seputar kematian Baledi di Ahvaz. 

Aksi unjuk rasa besar terakhir melanda kota tersebut setelah muncul kekhawatiran warga tentang pasokan air bersih.

Apabila Anda butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi, tekanan mental atau kesehatan jiwa. Termasuk mengetahui atau melihat orang yang hendak melakukan aksi bunuh diri, Anda dipersilakan menghubungi hotline fasilitas layanan darurat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di nomor 119.