Bagikan:

JAKARTA - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Bob Hasan meminta para musisi untuk mufakat dan satu hati menyikapi polemik terkait royalti lagu. Ia pun menyinggung dua musisi yang sempat berbeda pandangan, yakni pentolan Dewa 19 Ahmad Dhani dan eks vokalis Dewa 19 Once Mekel agar kembali akur. 

Hal itu disampaikan Bob Hasan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI), Vibrasi Suara Indonesia (VISI), Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) terkait harmonisasi RUU Hak Cipta di gedung Nusantara I, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 November.  

Adapun Ahmad Dhani kini merupakan anggota Fraksi Gerindra yang duduk di Komisi X DPR, bersama Once Mekel. Once yang merupakan Anggota Fraksi PDIP itu merupakan pengusul revisi UU Hak Cipta.  

"Jadi saudara-saudara sekalian narasumber dan kita semua, anggota keluarga besar Baleg, harus kita sadari bahwa adanya peristiwa hukum terkait dengan dispute antara penyanyi dengan pencipta. Saya pikir kita harus sadarkan diri kita semua sama-sama Kita jangan melihat apple to apple, head to head, antara akhirnya memisahkan diri yang mana pencipta, yang mana penyanyi. Padahal sebenarnya yang menyebabkan terjadinya dispute itu akibat kekosongan hukum, bukan akibat kehendak daripada penciptanya, bukan kehendak daripada penyanyinya," ujar Bob Hasan.

Tak hanya Ahmad Dhani dan Once, Bob juga menyinggung Band Padi di mana vokalis, Fadli dan gitarisnya Piyu juga berbeda pandangan terkait royalti lagu. Bob meminta tidak ada lagi perseteruan karena yang dirugikan adalah rakyat Indonesia lantaran tidak lagi mendengar dan melihat pertunjukan keduanya. 

Adapun dalam rapat tersebut, Piyu bernama asli Satriyo Yudi Wahono itu hadir sebagai Ketua Umum AKSI  Sementara Fadli turut mendampingi Ariel NOAH sebagai anggota VISI. 

"Saya kira mulai hari ini, tadi Mas Fadly menyatakan sahabatan dengan mas Piyu, persahabatan itu harus tetap dilanjutkan. Karena yang rugi, kita bangsa Indonesia. Sehingga tidak menghasilkan hasil ciptaan-ciptaan sebagaimana idaman kita yang selama ini pernah punya momen-momen tertentu," kata Bob. 

"Cukuplah sudah Ahmad Dhani dengan Once. Bapak Ibu ini yang rugi bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia yang rugi. Kita nggak denger suara Sting lagi di lagu Dewa. Kan begitu. Ada ciri-ciri stingnya di Dewa itu kan nggak ketemu. Damai lagi lah kembali. Kalian bersatu lagi. Sehingga kita penikmat ini kan, tinggal nanti UU-nya," sambungnya. 

Meski begitu, Bob menekankan pembahasan hari ini bukanlah perseteruan antara kedua musisi melainkan adanya kekosongan hukum sehingga perlu adanya revisi terhadap UU Hak Cipta. 

"Kalau kita bicara di mana ada kekosongan hukum, di situ karena ada dispute, ada persengketaan ada perselisihan. Berarti tidak ada, jadi ada yang satu ketakutan penciptanya, tadi dari VISI kebingungan. Padahal di balik itu lagu tersebut misalkan diciptakan begitu bagus. Boleh jadi pencipta membuat lagu akibat melihat karakter suara penyanyinya. Jadi ngikutin satu komponen yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Sekarang komponen itu terpecah belah terjadi devide at impera akibat daripada sistem yang tidak integrated, tidak kompeten," jelas Bob.

Politikus Gerindra itu pun mengajak seluruh pihak yakni VISI, AKSI, dan ASIRI untuk menyatukan tekad bersama-sama menyelesaikan dan persoalan royalti lagu. 

"Pencipta adalah persoalan penyanyi, persoalan penyanyi adalah persoalan pencipta, jadi sama-sama memiliki rasa tenggang, sehingga bagaimana caranya sukses ini goals ini," ucap Bob. 

"Kalau saya ketua, pimpinan balik di sini kami goal undang-undang ini karena di situ ada kebutuhan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tepuk tangan untuk semua. Kita tunggu lagi karya Padi," pungkasnya.