Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mendesak negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) bersikap tegas dan memperkuat kekuatan maritim guna melawan tindakan China yang semakin "mendestabilisasi" Laut China Selatan.

Berbicara dalam pertemuan di Malaysia dengan perwakilan negara-negara ASEAN pada Sabtu 1 November, Hegseth menegaskan kembali kekhawatiran AS atas apa yang disebutnya 'agresi China' menyusul makin intensifnya upaya, seperti insiden menabrakkan kapal dan penggunaan meriam air oleh militer China di kawasan perairan yang disengketakan tersebut.

Laut China Selatan dianggap menjadi salah satu titik api paling bergejolak di Asia. China mengklaim kekuaasaan hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, sementara anggota ASEAN seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei juga mengklaim kepemilikan wilayah dan fitur pesisir. Filipina, sekutu utama AS, menjadi yang paling sering terlibat bentrokan dengan armada maritim China.

Filipina telah berulang kali mendesak tanggapan kuat internasional dan komunitas regional, tetapi ASEAN masih bersikap tradisional dengan memperhitungkan secara hari-hati atas dasar hubungan ekonomi dengan China, mitra dagang terbesar di kawasan tersebut.

Hegseth mengkritik deklarasi terbaru China atas Beting Scarborough, yang direbut paksa China dari Filipina pada tahun 2012. Kini kawasan itu bakal digarap China sebagai "cagar alam".

"Anda tidak membangun anjungan di cagar alam," ujarnya, menggambarkan aktivitas China di beting tak berpenghuni tersebut, Sabtu 1 November, dikutip dari AFP.

Masih dalam forum yang dihadiri perwakilan sejumlah negara ASEAN, Hegseth kemudian menilai "ada upaya lain untuk memaksakan klaim teritorial dan maritim yang baru dan diperluas dengan mengorbankan Anda."

Hegseth mengatakan, tindakan provokatif China sama saja menantang dan mengancam kedaulatan teritorial di kawasan tersebut. Ia kemudian menekankan bahwa AS menghargai dialog yang berkelanjutan dengan China. 

Untuk saat ini, kata Hegseth, AS akan memantau perilaku China secara ketat di Laut China Selatan.

"Klaim teritorial dan maritim China yang luas di Laut Cina Selatan bertentangan dengan komitmen mereka untuk menyelesaikan sengketa secara damai," ujarnya. 

"Kami menginginkan perdamaian. Kami tidak menginginkan konflik. Tetapi kami harus memastikan bahwa China tidak berusaha mendominasi Anda atau siapa pun," sambung Hegseth .