JAKARTA - Serangan pesawat nirawak (drone) Rusia yang terjadi semalam di Kyiv melukai sembilan orang dan merusak sejumlah bangunan di ibu kota.
Tymur Tkachenko, kepala administrasi militer Kyiv, mengatakan 10 lokasi di kota tersebut mengalami kerusakan, dengan dua gedung apartemen terkena serangan langsung.
Foto-foto yang ia unggah daring menunjukkan mobil terbalik dan sejumlah gedung dengan jendela pecah.
Dilansir Reuters, Kamis, 23 Oktober, ibu kota kembali diserang untuk malam kedua berturut-turut dalam gelombang serangan terbaru Rusia.
Serangan sebelumnya menargetkan infrastruktur listrik, yang menurut pejabat Ukraina merupakan kampanye yang bertujuan menghancurkan sistem energi menjelang musim dingin. Belum jelas target serangan terbaru tersebut.
Dilaporkan tujuh orang—enam di antaranya di Kyiv—tewas dalam serangan di Ukraina pada hari Rabu yang juga menyebabkan pemadaman listrik, kata para pejabat.
Militer Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan 130 drone dalam serangan terbarunya sejak Moskow memulai invasi skala penuh pada Februari 2022, dan 92 drone telah ditembak jatuh.
pasok-senjata-jarak-jauh-usai-trump-tolak-beri-rudal-tomahawk
- https://voi.id/berita/526785/polisi-inggris-tangkap-3-orang-diduga-bantu-intelijen-rusia
- https://voi.id/berita/526774/2-jurnalis-ukraina-tewas-dihantam-serangan-drone-rusia
- https://voi.id/berita/526756/markas-scam-myanmar-kk-park-digerebek-700-warga-asing-menyeberang-ke-thailand
[/see_also]
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya menyerang infrastruktur energi Ukraina sebagai tanggapan atas serangan Ukraina terhadap warga sipil Rusia.
Moskow menyatakan fasilitas energi Ukraina merupakan target militer yang sah. Kedua belah pihak membantah telah menargetkan warga sipil.
Ukraina juga telah melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap Rusia.
Dalam serangan terbaru tersebut, para pejabat Rusia mengatakan fasilitas energi di wilayah Nizhny Novgorod mengalami kerusakan ringan dan sebuah perusahaan tak dikenal dibakar di wilayah Ryazan.