Bagikan:

JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelenskyy mendesak sekutu Eropa untuk memasok senjata jarak jauh kepada Ukraina setelah gagal mendapatkan janji dari Presiden AS Donald Trump untuk menyediakan rudal Tomahawk yang kuat bagi Kyiv.

Zelenskyy yang berpidato di hadapan para pemimpin Uni Eropa di Brussels, juga mendesak mereka untuk segera menyepakati rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan dan mengatakan Kyiv akan menggunakan "sebagian besar" dari dana yang tersedia untuk membeli senjata buatan Eropa.

"Ketika kita berbicara tentang senjata jarak jauh untuk Ukraina, yang kita maksud adalah rezim Putin harus merasakan konsekuensi nyata dari perang ini. Saya mendesak Anda untuk mendukung segala hal yang membantu Ukraina mendapatkan kemampuan tersebut — karena hal itu benar-benar penting bagi Rusia," ujarnya dilansir Reuters, Kamis, 23 Oktober.

"Lihat saja betapa gugupnya (Presiden Rusia Vladimir) Putin ketika topik ini muncul. Dia memahami bahwa senjata jarak jauh benar-benar dapat mengubah jalannya perang,” sambungnya.

Zelenskyy telah meminta rudal Tomahawk dari Amerika Serikat. Trump tidak mengesampingkan kemungkinan memberikan rudal semacam itu kepada Kyiv selama pembicaraan di Washington dengan Zelenskiy pekan lalu, tetapi tampak acuh tak acuh terhadap prospek tersebut.

"Senjata jarak jauh ini tidak hanya ada di AS - beberapa negara Eropa juga memilikinya, termasuk Tomahawk. Kami sudah berbicara dengan negara-negara yang dapat membantu," kata Zelenskyy.

Para pemimpin Uni Eropa sedang bertemu untuk membahas rencana penggunaan aset yang dibekukan sebagai dasar "pinjaman reparasi" senilai 140 miliar euro (US$163 miliar) untuk Ukraina. Rusia telah mempertanyakan legalitas gagasan tersebut.

Zelenskyy mengatakan mekanisme yang diusulkan sepenuhnya "legal dan adil".

"Ini adalah model yang didasarkan pada gagasan reparasi di masa depan - meminta pertanggungjawaban pihak agresor atas kerusakan yang ditimbulkan," imbuh dia.