Bagikan:

JAKARTA - Hampir 700 warga negara asing melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Thailand. Peristiwa ini terjadi menyusul operasi militer terhadap KK Park, kompleks kejahatan siber yang terkenal.

Thailand menahan 677 orang, termasuk 618 pria dan 59 wanita, setelah mereka melintasi perbatasan ke Provinsi Tak.

Militer Myanmar ttelah menguasai KK Park dan sedang memeriksa area tersebut, mengusir sejumlah besar orang ke Thailand.

Orang-orang tersebut kini menjalani prosedur hukum dan pemeriksaan, dan pihak berwenang Thailand juga telah menyediakan fasilitas penahanan tambahan jika tempat yang ada tidak mencukupi, kata militer.

"Semua tindakan sejalan dengan prinsip-prinsip hukum dan kemanusiaan," kata militer Thailand dilansir Reuters, Kamis, 23 Oktober.

Militer bekerja sama erat dengan badan keamanan setempat untuk menjaga ketertiban di sepanjang perbatasan Thailand-Myanmar.

Kelompok tersebut sebagian besar terdiri dari individu-individu dari India dan Tiongkok, dengan jumlah yang lebih kecil dari Vietnam, Pakistan, Indonesia, dan beberapa negara lain, kata militer.

KK Park di Myanmar adalah daerah kantong yang terkenal karena keterlibatannya dalam penipuan siber oleh penegak hukum dan diplomat internasional.

Kompleks KK Park yang luas dan kompleks-kompleks lain di sekitarnya sebagian besar dikelola oleh geng-geng kriminal China dan dijaga oleh kelompok-kelompok milisi lokal yang berafiliasi dengan militer Myanmar.

Wilayah perbatasan antara Thailand, Myanmar, Laos, dan Kamboja telah menjadi pusat penipuan daring sejak pandemi COVID-19, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan miliaran dolar telah diperoleh dari perdagangan manusia terhadap ratusan ribu orang yang dipaksa bekerja di kompleks-kompleks penipuan.