Bagikan:

TARAKAN - Ketua Ombudsman Kalimantan Utara (Kaltara), Maria Ulfah, menemukan adanya dua tabung gas elpiji produksi perusahaan migas Malaysia saat melakukan kunjungan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMA Muhammadiyah Tarakan, Kalimantan Utara.

Penemuan ini terjadi saat Maria Ulfah memantau operasional program prioritas pemerintah, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani hampir 3.000 penerima manfaat di Tarakan.

"Memang kami amat dari 12 tabung gas ada warna pink dan biru, juga kita temukan ada warna merah dan hijau, itu memang ada di dapur SPPG tadi," kata Ketua Ombudman Kaltara Maria Ulfah, dikutip dari ANTARA, Kamis, 23 Oktober 2025. 

Meski demikian, Maria Ulfah tidak mempermasalahkan temuan gas asing tersebut. Menurutnya, hal itu kemungkinan besar terkait dengan kelancaran operasional program MBG di wilayah perbatasan, di mana pasokan gas domestik untuk kebutuhan memasak tidak mencukupi.

Alasan Logistik SPPG

Maria Ulfah menduga, gas dari Malaysia itu digunakan karena alasan praktis logistik. Ia menyebut pengalaman SPPG menunjukkan gas domestik yang digunakan tidak cukup untuk menopang produksi makanan bagi 2.965 penerima manfaat setiap hari.

"Kemungkinan adanya tabung gas dari Malaysia, kata dia, karena pengalaman dari SPPG dalam operasional gas yang digunakan tidak cukup, maka menggunakan gas dari Malaysia," jelas Maria.

Ombudsman menekankan, Program MBG merupakan program langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk ketersediaan bahan bakar untuk penyediaan makanan.

Desak Dukungan Perusahaan Gas Domestik

Menyikapi hal ini, Maria Ulfah berharap temuan tersebut menjadi atensi bagi perusahaan-perusahaan yang mengurus gas di Indonesia untuk memberikan dukungan optimal pada dapur-dapur MBG.

"Jadi perlu didukung pelaku-pelaku usaha di negeri kita ini, khususnya SPPG, termasuk ketersediaan gas tadi dan harusnya mendapat atensi," kata Maria Ulfa.

Dapur SPPG di SMA Muhammadiyah Tarakan sendiri melayani total 2.965 siswa dari berbagai sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA di Tarakan.