Bagikan:

JAKARTA - Uni Eropa telah beralih ke "upaya subversif aktif" menjelang pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dengan mitranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan tujuan mengganggu upaya perdamaian di Ukraina, ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

"Kami, tentu saja, melihat dan mendengar apa yang terjadi 'di sekitar perimeter' karena kesalahpahaman tentang apa yang sedang terjadi. Uni Eropa dan komunitas Eropa Barat yang agresif telah beralih ke apa yang mereka sebut tindakan subversif aktif," kata Zakharova kepada TASS seperti dikutip 20 Oktober.

"Sekali lagi, ada pernyataan dan ancaman," tegasnya.

"Kami memahami apa yang ingin mereka lakukan. Maksud saya, komunitas Eropa Barat yang didorong oleh sikap ultra-liberal Amerika sebelumnya. Tentu saja, mereka ingin mengganggu aspirasi damai apa pun, mulai dari pembicaraan tentang negosiasi perdamaian hingga tindakan nyata," lanjut Zakharova.

Pekan lalu, Perdana Menteri Hongari Viktor Orban mengatakan konflik di Ukraina seharusnya sudah lama selesai, jika para pemimpin Uni Eropa tidak mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk melanjutkan permusuhan dan menghambat upaya mediasi Presiden Trump.

"Jelas mereka mencoba meningkatkan konflik seperti yang mereka lakukan pada tahun 2022 dengan mengganggu perundingan damai yang diminta oleh rezim Kyiv, yang dimungkinkan oleh negara kami," sebutnya.

"Mereka telah melakukan ini selama bertahun-tahun, secara berkala menutupi tindakan mereka dengan pernyataan tentang dugaan perdamaian dan dugaan inisiatif perdamaian. Kenyataannya, mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk meningkatkan konflik. Sulit untuk mengatakan seberapa besar mereka menyadari apa yang mereka lakukan, mengingat banyaknya orang-orang tidak profesional yang bertanggung jawab atas semua negara Eropa Barat ini. Orang-orang ini kurang profesional dalam hal pendidikan, pengalaman, dan panggilan," tandasnya