JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengakui adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Pneumonia di Ibu Kota dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa fenomena ini masih sesuai dengan pola musiman dan berada dalam kendali.
Menurut Ani, kenaikan kasus biasanya terjadi saat periode peralihan musim atau cuaca yang cenderung lembap seperti saat ini.
"Jadi ketika memang iklim, cuaca cenderung seperti sekarang, kasusnya biasanya agak naik, tapi sejauh ini enggak sangat signifikan. Jadi masih di dalam kendali dan kita selalu melakukan monitoring itu," kata Ani, yang ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10).
Laporan Pneumonia Tahun Ini Lebih Tinggi
Dinkes DKI mencatat, kasus pneumonia di fasilitas kesehatan (faskes), baik puskesmas maupun rumah sakit, menunjukkan tren peningkatan sejak awal Agustus 2025. Hingga pertengahan Oktober, jumlah kasus masih terus bertambah dan belum mencapai puncaknya.
Meskipun pola kenaikannya sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya, laporan pneumonia tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun 2024. Pola serupa juga terlihat pada kasus ISPA.
BACA JUGA:
Kenaikan kasus ISPA dan pneumonia tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas udara, tetapi juga oleh kondisi musim kemarau basah yang terjadi tahun ini. Perubahan cuaca tersebut dinilai berdampak pada daya tahan tubuh masyarakat dan memicu peningkatan jumlah agen biologis penyebab infeksi saluran napas di lingkungan.
Faskes Siap 24 Jam
Ani Ruspitawati memastikan semua fasilitas layanan kesehatan (faskes) di DKI Jakarta siap melayani pengobatan masyarakat yang mengalami gejala ISPA, termasuk deteksi dini terhadap penyakit lainnya.
"Faskes yang ada di seluruh DKI, 292 puskesmas pembantu, 44 puskesmas, kami siap. Di puskesmas kecamatan pun sudah 24 jam sehingga ketika warga memang merasakan gejala, silakan berobat ke puskesmas, ke faskes," jelas dia.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, memakai masker di tempat ramai, dan menjaga etika batuk. Dinkes juga menyarankan agar warga segera memeriksakan diri ke faskes jika mengalami gejala, membatasi aktivitas saat sakit, menghindari paparan asap rokok, serta menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup.