JAKARTA - Militer Israel mengatakan perwakilannya telah memberi tahu keluarga Sersan Staf Tamir Nimrodi (18 tahun), Uriel Baruch (35) dan Eitan Levy (53), bahwa jenazah mereka dikembalikan oleh Hamas tadi malam dan telah diidentifikasi oleh para ahli forensik.
Kelompok Hamas dan Israel menyepakati kesepakatan tahap pertama gencatan senjata pekan lalu, dengan mediator Amerika Serikat, Mesir dan Qatar. Pengembalian sandera yang hidup maupun meninggal, akan diikuti dengan pembebasan tahanan Palestina.
Selasa malam, Hamas mengembalikan empat jenazah kepadl Palang Merah untuk kemudian diserahkan kepada Israel.
Keluarga mereka diberitahu "setelah proses identifikasi selesai," kata Israel Defense Force (IDF).
Baik IDF maupun Kantor Perdana Menteri tidak menyebutkan jenazah keempat yang diserahkan oleh Hamas, yang diperkirakan milik seorang warga Palestina.
"Pemerintah Israel turut merasakan duka yang mendalam dari keluarga Baruch, Nimrodi, dan Levy, serta semua keluarga sandera yang gugur," kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan, melansir The Times of Israel 15 Oktober.
Nimrodi, yang diculik hidup-hidup dari Administrasi Koordinasi dan Penghubung ke pangkalan Jalur Gaza di dekat Perlintasan Erez pada 7 Oktober 2023, diperkirakan tewas dalam tahanan pada awal perang, kata militer.
Hingga saat ini, Israel belum mengonfirmasi kematiannya.
"Kesimpulan akhir akan dirumuskan setelah selesainya pemeriksaan atas penyebab kematian" di Abu Kabir, kata IDF.
Baruch, menurut intelijen IDF, dibunuh oleh Hamas pada 7 Oktober di dekat Mefalsim setelah melarikan diri dari festival musik Nova di dekat Reim, dan jenazahnya dibawa ke Gaza.
IDF mengatakan, menurut intelijennya, Levy juga dibunuh oleh Hamas pada 7 Oktober di dekat Mefalsim, dan jenazahnya dibawa ke Gaza.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (PMO) memperingatkan, Hamas "diwajibkan untuk memenuhi komitmennya kepada para mediator dan mengembalikan (jenazah yang tersisa) sebagai bagian dari implementasi perjanjian."
BACA JUGA:
"Kami tidak akan berkompromi dalam hal ini dan akan melakukan segala upaya hingga kami dapat membawa kembali semua sandera yang gugur," janji PMO.
Pada Hari Senin, Hamas menyerahkan jenazah empat dari 28 sandera yang tewas, membuat Israel dan keluarga dari 24 sandera lainnya menuduh kelompok teror tersebut melanggar komitmennya berdasarkan gencatan senjata.
Sementara, 20 sandera yang masih hidup sejak disandera pada 7 Oktober 2023 telah dibebaskan seluruhnya di hari yang sama.