BOGOR – Sebanyak 35 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Kota Bogor sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Jumlah tersebut terus bertambah seiring proses menuju 45 SPPG yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2026, sementara lebih dari 100 lembaga telah mendaftar untuk bergabung.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan pemerintah daerah memastikan seluruh dapur SPPG yang telah berjalan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Hal ini disampaikan saat ia meninjau langsung dapur SPPG Yasmin di Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kamis 9 Oktober.
“Untuk di Kota Bogor, kami pastikan semua persyaratan terlaksana dengan baik. Dapur sehat harus memenuhi standar, dan SPPG Yasmin sudah terbukti layak dengan nilai Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sebesar 95,4 dari standar minimal 80,” ujar Dedie.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bogor bersama Tim Satgas Pengawasan MBG terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh SPPG agar program makan bergizi berjalan aman dan berkualitas. Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri sejak Juli lalu.
“Monitoring dan pendampingan dilakukan terus-menerus untuk memastikan seluruh standar terpenuhi. Kami tidak ingin ada kasus keracunan seperti yang terjadi di daerah lain,” tegasnya.
Dedie menjelaskan, setiap dapur SPPG hanya boleh melayani wilayah dengan jarak maksimal enam kilometer, sementara waktu antara proses memasak hingga distribusi makanan tidak boleh lebih dari empat jam. Ketentuan ini, kata dia, bertujuan menjaga kualitas dan keamanan makanan bagi siswa penerima manfaat.
Dapur SPPG Yasmin sendiri saat ini melayani 20 sekolah dengan total 3.600 siswa, serta menyediakan layanan gizi bagi posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
BACA JUGA:
“Target kami, seluruh SPPG di Kota Bogor sudah lengkap dan beroperasi penuh pada 2026 hingga awal 2027. Dengan begitu, anak-anak bisa tumbuh sehat dan menjadi generasi emas yang unggul,” kata Dedie.
Dalam peninjauan tersebut, Dedie didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno beserta jajaran, serta unsur TNI dan Polri yang turut memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan program MBG.