JAKARTA - Tank-tank Israel memblokir jalan utama menuju Kota Gaza pada Kamis, mencegah mereka yang telah meninggalkan kota yang terkepung untuk kembali.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan ini adalah kesempatan terakhir bagi ratusan ribu orang yang masih berada di dalam untuk melarikan diri.
Israel telah memerintahkan seluruh penduduk Kota Gaza yang berjumlah satu juta orang untuk bergerak ke selatan seiring dengan salah satu serangan terbesar dalam perang bulan ini.
Israel berjanji untuk membasmi para pejuang Hamas di tempat yang disebutnya sebagai benteng terakhir mereka di wilayah perkotaan terbesar di Gaza.
Warga mengatakan kepada Reuters, tank-tank telah memasang penghalang pasir di jalan utama di selatan Kota Gaza. Warga diizinkan keluar, tetapi mereka yang pergi untuk mencari makanan atau tempat berlindung sementara tidak lagi diizinkan untuk kembali.
"Ini adalah kesempatan terakhir bagi warga Gaza yang ingin pindah ke selatan dan membiarkan anggota Hamas terisolasi di Kota Gaza sendiri dalam menghadapi operasi skala penuh IDF yang terus berlanjut," kata Menteri Pertahanan Israel Katz dilansir Reuters, Kamis, 2 Oktober.
Mereka yang pergi akan menjalani pemeriksaan oleh militer, kata Katz.
Militer sebelumnya mengatakan mereka telah memulai operasi untuk memperkuat dan mempertahankan "kendali operasional Koridor Netzarim", sebuah wilayah yang dikuasainya yang memisahkan Gaza utara dan selatan. Pihak militer tidak menanggapi permintaan komentar lebih lanjut pada hari Kamis.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan 600.000-700.000 orang masih berada di Kota Gaza, setelah sekitar 400.000 orang mengungsi dalam beberapa minggu terakhir seiring pasukan Israel bergerak maju dan menghancurkan bangunan-bangunan yang menghalangi jalan mereka.
Beberapa warga yang dihubungi Reuters mengatakan langkah untuk mencegah orang-orang kembali ke Kota Gaza telah memperkuat tekad mereka untuk tetap tinggal.
"Kami tidak akan pergi. Kemarin sebuah pesawat tanpa awak menjatuhkan granat di atap gedung kami, tetapi kami tidak akan pergi," kata Hani, 24 tahun, yang tinggal di Kota Gaza, yang meminta untuk diidentifikasi hanya dengan nama depannya karena alasan keamanan.
"Kami khawatir jika kami pergi, kami tidak akan pernah melihat Kota Gaza kami lagi,” tuturnya.
BACA JUGA:
Pesawat dan tank Israel terus menggempur Kota Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan tembakan Israel menewaskan 77 orang dalam 24 jam terakhir.
Petugas medis mengatakan salah satu serangan pada Kamis menewaskan sembilan orang, termasuk lima orang dari satu keluarga, di dekat dapur umum di Al-Mawasi, wilayah pesisir selatan yang telah ditetapkan Israel sebagai "zona kemanusiaan" bagi ratusan ribu penduduk yang terpaksa mengungsi dari bagian lain Gaza.