JAKARTA - Rusia berencana untuk memulai proses pemilihan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa yang baru selama masa kepresidenannya di Dewan Keamanan organisasi dunia tersebut pada Bulan Oktober, kata Duta Besar Rusia untuk Ukraina Vasily Nebenzya.
"Ya, memang, kami berencana untuk memulai proses ini selama masa kepresidenan kami," ujarnya dalam konferensi pers, melansir TASS 2 Oktober.
Prosedur pemilihan Sekretaris Jenderal PBB dimulai dengan penyusunan surat bersama dari para pemimpin Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Kemarin saya mengunjungi Presiden Majelis Umum PBB (Annalena Baerbock) untuk memberikan pengarahan kepadanya tentang program kepresidenan kami untuk Dewan Keamanan, dan saya mengajukan pertanyaan ini kepadanya, beliau sepenuhnya setuju. Kami memutuskan untuk tidak menyiapkan draf apa pun," ungkapnya.
Ia mencatat, persiapan dokumen tersebut membutuhkan waktu tertentu, dan belum tentu akan dipublikasikan pada Bulan Oktober.
"Saya berharap pada akhir tahun, atau mungkin lebih awal, kita dapat mengharapkan surat semacam itu akan menemukan jalan keluarnya," tandasnya.
Diketahui, Rusia mulai memegang presidensi bergilir Dewan Keamanan PBB pada 1 Oktober dan berakhir pada 31 Oktober 2025.
"Kepresidenan Rusia berfokus pada kepatuhan terhadap prosedur, penegakan efisiensi, jika diperlukan, tentu saja, dan kami tidak akan ragu untuk memulihkan ketertiban di majelis dan menuntut agar delegasi menghormatinya," ujar Nebenzya, dikutip dari Anadolu.
Masa jabatan Sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi telah secara resmi mendeklarasikan pencalonannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.