YOGYAKARTA – Permainan tradisional adalah permainan yang diturunkan turun temurun secara lisan. Disebut tradisional karena permainan tersebut sudah ada sejak lama dan diturunkan lintas generasi. Di Indonesia, keberadaan permainan tradisional mulai tergerus kemajuan teknologi. Padahal ada banyak jenis yang patut diajarkan kepada anak. Jika Anda ingin mewariskannya, simak 30 macam permainan tradisional berikut ini.
30 Macam Permainan Tradisional
Ada banyak permainan tradisional yang berkembang di Indonesia. Tiap permainan punya aturan main yang berbeda-beda. Berikut ini macam permainan zaman dulu yang ada di Indonesia.
- Bakiak
Bakiak adalah permainan kelompok yang berisi 3 atau lebih anggota. Aturan mainnya adalah tiap kelompok akan mengenakan sepasang sandal bakiak yang panjang lalu berjalan dari garis awal hingga akhir. Permainan ini menguji kekompakan gerak.
- Balap Karung
Permainan ini masih sering dimainkan terutama saat perlombaan HUT RI. Cara mainnya sederhana, peserta harus berlari dari satu garis ke garis lain namun mengenakan karung hingga pinggang.
- Balogo
Permainan ini berasal dari Kalimantan Selatan. Cara main balogo adalah dengan melemparkan kepingan tempurung milik yang sudah disusun menggunakan tongkat kecil. Jika berhasil rubuh, maka ia menang.
- Bekel
Memanfaatkan bola kecil karet yang mudah terpantul dan biji bekel. Pemain harus mengumpulkan biji bekel saat bola karet dilempar vertikal sesuai urutan jumlah.
- Bentengan
Bentengan banyak dimainkan oleh anak di Jawa Tengah. Permainan ini dilakukan secara berkelompok. Caranya, dua kelompok masing-masing harus memilih bentengnya, bisa pohon, tiang, dan sebagainya. Tiap kelompok harus berusaha menyentuh benteng lawan namun tidak boleh tertangkap. Jika tertangkap, lawan harus ditahan.
- Boi-boian (Boyi-boyan)
Dimainkan oleh dua kelompik. Kelompok pertama harus menyusun pecahan genting hingga 4-6 tumpuk dan menjaganya. Sedangkan kelompok lain harus berupaya menghacurkan susunan tersebut dengan bola. Jika pecahan genting berhasil roboh, maka tim pemilik harus menyusun ulang sambil menghindari gangguan dari lawan.
- Bola Kasti
Permainan ini menggunakan bola kasti dan tongkat pemukul, dimainkan oleh 2 tim yakni pemukul dan penangkap. Tim pemukul harus memukul pola yang dilempar ke arahnya menggunakan tongkat hingga melambung. Saat bola melambung, tim pemukul harus berkeliling lapangan, sedangkan penangkap harus menangkap bola lalu melemparkan ke tim pemukul agar langkahnya berhenti.
- Cublak-cublak Suweng
Dimainkan setidaknya tiga orang, salah satunya berposisi tengkurap, sisanya menyanyikan lagu Cublak-cublak Suweng sambil menyembunyikan koin di telapak tangan mereka. Orang yang tengkurap harus menebak siapa pemegang koin.
- Congklak
Permainan ini menggunakan papan congklak dengan 16 lubang (14 kecil + 2 besar), dengan biji congklak, dan dilakukan oleh dua orang. Tiap pemain mengambil semua biji dari satu lubang besar lalu membagikannya satu per satu ke lubang kecil berikutnya searah jarum jam. Pemain yang menang adalah yang berhasil mengumpulkan biji congklak terbanyak.
- Dam-daman
Menggunakan papan atau gambar kotak 8×8 dengan bidak dari biji batu/kerikil. Pemain harus menggerakan bidak menyerong untuk “memakan” bidang musuh dengan cara dilompati. Pemenang adalah yang berhasil menghabiskan bidak lawan.
- Dagongan
Dimainkan oleh dua kelompok, terdiri dari 5-7 orang. Tiap kelompok memegang bambu di tiap sisi lalu saling mendorong ke arah lawan. Tim yang kalah adalah yang terdorong keluar dari arena permainan.
- Engklek
Cara bermainnya adalah dengan menggambar 6 hingga 10 kotak. Pemain harus melempar batu pipih ke salah satu kotak, lalu pemain harus melewati kotak secara keseluruhan hanya dengan satu kaki kecuali kotak yang terdapat batu pipihnya. Pemain harus mengambil batu pipih tanpa terjatuh.
- Egrang
Permainan ini memanfaatkan tongkat bambu dengan pijakan menyerupai huruf L. Pemain harus berjalan menggunakan tongkat tersebut secara seimbang. Pemenang adalah yang paling lama bertahan. Egrang masuk dalam deretan permainan tradisional yang harus dilestarikan demi generasi mendatang.
- Gobak Sodor
Dimainkan di lapangan dengan dua kelompok yang disii 4-5 orang. Setelah itu gambarlah huruf “H” di tanah. Satu kelompok bertugas sebagai penjaga garis, sedangkan kelompok lain harus bisa menyeberangi garis tanpa tertangkap secara bolak-balik.
- Gatrik
Permainan ini dilakukan dengan dua bilah kayu; panjang dan pendek. Kayu panjang digunakan sebagai tongkat, kayu pendek sebagai peluru. Salah satu pemain harus melempar kayu pendek dengan pukulan kayu panjang, lalu lawan berusaha menangkapnya. Pemain yang menang adalah yang berhasil menangkap kayu pendek terbanyak.
- Gasing
Permainan ini masih ada hingga sekarang. Pemain membuat gasing lalu membuatnya berputar dengan tali. Gasing yang paling lama berputar adalah yang menang.
- Gebokan
Dimainkan dua kelompok. Tiap kelompok menjaga benda, bisa tumpukan sandal, batu, dan sebagainya, sekaligus berusaha mencuri benda milik lawan. Pencuri boleh dilempar dengan bola karet. Jika berhasil mengenai lawan, maka lawan tersebut jadi penjaga.
- Hom-pim-pah
Hom-pim-pah masih banyak dikenal oleh generasi sekarang. Hom-pim-pah jadi semacam mantra pengundi, dilakukan dengan menetukan posisi tangan (telapak atas atau bawah) yang berbeda. Pemain dengan posisi tangan berbeda boleh keluar dari pengundian.
- Ingkling
Permainan ini variasi dari engklek, bedanya ada pada bentuk pola kotak yang dimainkan. Prinsipnya sama yakni melompat dengan satu kaki sambil menghindari kotak yang telah terisi batu pipih.
- Jamuran
Pemain membuat lingkaran dan bernyanyi sambil berputar. Pemimpin lagu akan berkata “Jamur apa?” lalu menyebut nama benda/hewan. Semua pemain harus menirukan bentuk sesuai perintah.
- Kuda Tomprok
Satu orang jongkok jadi kuda, sedangkan pemain lain melompati punggungnya sambil berkata “kuda tomprok”. Pemain yang menggeser atau menjatuhkan kuda maka ia harus bergantian berjongkok.
- Kelereng
Ada banyak versi permainannya, salah satunya adalah menempatkan beberapa kelereng di lingkaran. Pemain bergiliran menembak kelereng yang mereka pegang ke arah kelereng di dalam lingkaran. Misinya mengeluarkan kelereng di lingkaran lalu menyimpannya.
- Kucing-kucingan
Permainan ini dilakukan setidaknya oleh dua pemain, satu jadi kucing dan sisanya jadi tikus. Tikus harus berlari sedangkan kucing harus menangkapnya.
- Lompat Tali
Lompat tali masih eksis meski tak banyak dikenal. Dimainkan oleh beberapa orang, 2 orang memegang ujung tali karet, pemain lainnya melompati tali. Tali harus dinaikan setinggi mata kaki, lutut, pinggang, dada, hingga kepala. Pelompat harus melompat tanpa menyentuh tali.
- Mangkak-mangkak
Permainan ini dilakukan dengan cara jongkok lalu berjalan dengan dua kaki, sedangkan tangan menyentuh tanah menyerupai kepiting. Yang tercepat adalah yang menang.
- Layang-layang
Meski tergolong tradisional, layang-layang berhasil bertahan. Bahkan terdapat festival layangan di beberapa kota Indonesia.
- Petak Umpet
Dilakukan setidaknya dua orang, satu orang bertugas mencari dan yang lainnya bersembunyi. Posisi tersebut dilakukan secara bergantian.
- Pletokan
BACA JUGA:
Pemain harus membuat senjata pletokan dari bambu seukuran ibu jari dan membuat peluru dari kertas basah kecil. Cara menembakkannya adalah dengan menyorongkannya lewat bambu pletok.
- Ucing Sumput
Permainan ini mirip dengan petak umpet. Hanya saja penjaga harus menjaga benteng tempatnya menutup mata, sedangkan pemain yang bersembunyi harus mencuri kesempatan untuk memegang benteng.
- Ular Naga
Dimainkan oleh beberapa orang yang berbaris dengan tangan menyentuh pundak depannya. barisan tersebut diimajinasikan sebagai naga. Selain itu dua orang mengaitkan tangannya hingga membentuk gerbang yang harus dilewati barisan orang. Selama lagu “ular naga panjangnya” dinyanyikan, barisan boleh melewati gerbang. Orang yang terjebang di gerbang saat lagu habis dinyanyikan harus ditahan.
Itulah 30 macam permainan tradisional. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.