KOTIM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meminta dukungan semua pihak untuk mengantisipasi potensi banjir susulan yang diperkirakan terjadi pada Oktober mendatang.
"Ke depan, potensi-potensi itu tetap ada. Menurut BMKG, Oktober ini merupakan puncak musim hujan dan kita berharap semua tetap waspada," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, di Sampit, Antara, Rabu, 1 November.
Ia menyebut, berdasarkan pemantauan pada 22 September, banjir yang melanda sembilan kecamatan di Kotawaringin Timur telah surut. Warga di 24 desa dan kelurahan yang sempat terdampak kini sudah kembali beraktivitas.
Sejumlah fasilitas pendidikan sebelumnya terendam banjir, di antaranya SDN 1 Desa Hanjalipan yang hampir 10 hari tidak bisa beroperasi, serta SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan yang aktivitasnya terbatas karena halaman sekolah terendam.
Sekolah lain seperti SDN Kunjung Lampuyang di Kecamatan Teluk Sampit juga ikut terdampak. Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, sempat meninjau kondisi sekolah tersebut saat banjir melanda.
Menurut Multazam, BPBD melakukan upaya tambahan agar fasilitas umum, terutama sektor pendidikan, mampu melakukan mitigasi menghadapi bencana. "Sektor pendidikan harus ekstra dalam penanganannya dan perlu dukungan semua pihak terkait," ujarnya.
BPBD sebelumnya juga membantu Dinas Bina Marga membangun jembatan darurat di Desa Tanjung Harapan yang sempat putus akibat banjir. Kini jembatan tersebut sudah selesai dan dapat dilalui kendaraan berbobot 6 hingga 8 ton.
BACA JUGA:
Pemerintah daerah turut mengapresiasi dukungan dari dunia usaha, seperti kegiatan normalisasi saluran air di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. "Ini memang pekerjaan panjang yang mudah-mudahan bisa meminimalkan dampak banjir," kata Multazam.