Bagikan:

JAKARTA - Warga RW 15, Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku resah atas aksi penyerangan brutal yang dilakukan oleh orng tak dikenal (OTK) dengan menggunakan senjata tajam dan batu.

A (25) salah satu warga setempat mengatakan, kelompok tak dikenal itu sudah sering menyerang Kampung Muara Bahari sejak tahun 2023.

"Paling baru sekarang ini, tanggal 24 September 2025 kemarin, dan semalam itu cuma lewat saja enggak sampai buat kerusuhan di rel," kata A, pria yang enggan disebutkan namanya, Senin 29 September 2025.

Lebih lanjut A mengatakan, kelompok orang tak dikenal itu menyerang RT 13/15 hingga masuk ke dalam gang kecil. Mereka, sambungnya, biasanya datang bergerombol dari Jalan RE Martadinata atau seberang rel kereta api Kampung Bahari.

Ketika menyerang, para pelaku sering melempari rumah warga dengan batu, dengan tujuan untuk mengajak tawuran.

"Penyerangannya selalu melempar batu ke rumah warga, mengajak tawuran di jalan ini. Kan yang resah warga-warga di belakang yang sering kena batu," sesal A.

Beruntung, remaja di Kampung Muara Bahari seringkali menahan diri untuk tidak menyerang balik, agar tak terjadi tawuran.

Namun karena tidak mendapat perlawanan, akhirnya para pelaku merusak rumah warga.

Sementara Ketua RT 04/15, Warningsih mengatakan, sekelompok orang tak dikenal sering menyerang wilayahnya dengan membawa senjata tajam.

"Iya, sering diserang sama orang enggak kenal, pada bawa celurit semua. Mereka menimpuk-nimpuk batu, asbes pada bocor," ujarnya.

Bahkan, para pelaku juga merusak fasilitas umum seperti musala di Kampung Muara Bahari.

"Ini pintu sudah tiga kali dibetulin sengaja ditendang-tendang, kata aku jangan nimpuk ini mushola buat ibadah tetap aja ditimpukin, mengamuk," sesalnya.

Biasanya, kata Warningsih, para OTK melakukan penyerangan saat tengah malam atau menjelang subuh. Warga sudah berkali-kali melaporkan peristiwa ini ke polisi, namun penyerangan tetap selalu terjadi hingga saat ini.

Warga berharap agar Pemkot Jakarta Utara dan Polres Metro Jakarta Utara segera turun tangan guna mencegah bentrokan susulan agar Jakarta menjadi kondusif.