Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Sakti Wahyu Trenggono, mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) untuk tampil sebagai pencipta solusi bagi kedaulatan sekaligus keberlanjutan laut Indonesia.

Pesan itu ia sampaikan saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (PKKMB UMJ) di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Selasa, 23 September.

Trenggono menekankan bahwa peningkatan populasi Indonesia otomatis membuat kebutuhan pangan ikut melonjak. Salah satu jawaban yang kini menjadi perhatian dunia adalah blue food atau pangan biru yang bersumber dari sektor kelautan dan perikanan. Namun, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan sumber daya tersebut harus selalu menjaga kelestarian ekosistem laut.

"Indonesia adalah negara maritim dengan 17.504 pulau dan garis pantai sepanjang 108.000 kilometer. Hal ini menunjukkan sumber daya laut memiliki peran penting bagi keberlanjutan hidup masyarakat Indonesia. Karena itu, kita harus mampu menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan yang diterima, Selasa, 23 September.

Ia juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi, mulai dari tekanan aktivitas manusia, perubahan iklim, overfishing, hingga polusi laut. Untuk menjawab itu semua, KKP mendorong perluasan kawasan konservasi laut, pengelolaan penangkapan ikan yang lebih terukur, dan pengembangan budidaya berkelanjutan.

Lebih jauh, KKP tengah mengusung program prioritas untuk mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Beberapa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur ocean big data serta pengembangan modeling Kampung Nelayan Merah Putih. Selain itu, KKP juga telah menetapkan lima komoditas champion budidaya yaitu udang, nila salin, kepiting, rumput laut, dan lobster.

Bagi Trenggono, mahasiswa punya posisi penting dalam mendukung implementasi kebijakan ekonomi biru. Kreativitas, inovasi, dan semangat kritis mahasiswa sangat dibutuhkan agar lahir solusi yang berpihak pada kelestarian laut Indonesia.

“Kepada mahasiswa baru, belajarlah dengan keras. Masa depan itu begitu panjang, dan keselamatan Indonesia, kemajuan Indonesia, serta masa depan Indonesia berada di tangan para mahasiswa,” tegasnya.

Dengan ajakan ini, mahasiswa UMJ diharapkan tak hanya berfokus pada ruang kelas, tetapi juga berani melahirkan gagasan dan aksi nyata untuk melindungi laut Indonesia.