Bagikan:

JAKARTA - Kolaborasi apik pemerintah dengan masyarakat Indonesia berhasil memulangkan pekerja migran Indonesia (PMI) yang sakit dan sempat mengalami henti jantung ke Tanah Air.

PMI dimaksud yakni Akmal Fauzi, PMI asal Pemalang, Jawa Tengah yang ditempatkan di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) di bidang perikanan.

Akmal Fauzi mengalami henti detak jantung selama lebih dari 1 jam pada 27 April 2025. Setelah mendapat pertolongan medis, nyawanya dapat terselamatkan.

Namun demikian, henti jantung tersebut telah mengakibatkan kerusakan otak dan Akmal sempat mengalami koma. Ia kemudian menjalani perawatan di Rumah Sakit Red Cross Ishinomaki, Prefektur Miyagi sejak 27 April.

Sejak Akmal dirawat, KBRI Tokyo terus memonitor perkembangan kondisinya, berkoordinasi dengan pihak keluarga, rumah sakit, serta Kumiai (organisasi penyalur pekerja) guna memastikan hak-haknya sebagai pekerja terpenuhi.

Akmal dirawat di rumah sakit tersebut hingga kepulangannya ke Tanah Air pada 22 September. Kendati tidak mudah, KBRI Tokyo, Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri RI, KP2MI Pusat dan Daerah, Kantor Bupati Pemalang, berhasil memfasilitasi kepulangannya.

Kuasa Ad Interim KBRI Tokyo Maria Renata Hutagalung menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas bantuan, dukungan dan kerja sama yang erat untuk Akmal Fauzi, khususnya kepada Bupati Pemalang, Human Initiative Japan, Kementerian Luar Negeri, KP2MI, BP2MI Banten, BP2MI DKI Jakarta dan Rumah Sakit DrCipto Mangunkusomo (RSCMJakarta.

"Proses pemulangan Akmal bukanlah hal mudah. Namun kita berhasil bahu-membahu, baik antar Pemerintah maupun masyarakat Indonesia, sehingga kepulangannya dapat terwujud dan dapat dilakukan dengan baik. Semoga Akmal dapat segera bertemu dengan keluarganya," ujarnya dalam keterangan KBRI Tokyo Selasa 23 September.

Kepulangan Akmal dapat terwujud dengan bantuan pembiayaan kepulangan dari Pemerintah Kabupaten Pemalang, serta dukungan masyarakat Indonesia di Jepang, khususnya melalui Human Initiative Jepang dan melalui Kitabisa.com.

Kepulangan Akmal ke Tanah Air adalah atas saran dokter, mengingat kondisi Akmal yang terus membaik dan cukup stabil, walaupun belum dapat bergerak ataupun berbicara. Tujuannya agar dapat lebih dekat dengan keluarga untuk membantu upaya kesembuhannya.

Akmal tiba di Tanah Air pada 23 September dengan didampingi seorang perawat dan staf KBRI Tokyo. Ia langsung mendapatkan lanjutan perawatan di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta.