Bagikan:

DENPASAR - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan masih terdapat 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum ditemukan dalam insiden kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, di Hong Kong.

Hal itu disampaikan saat Menteri Mukhtarudin menghadiri acara,"Pelepasan dan Penyematan Pin, Peserta Pelatihan Wellnes Therapist," di Denpasar, Bali, Kamis, 4 Desember.

"Hari ini tinggal 9 (PMI) yang belum ditemukan. Iya, pekerja migran semua dan mereka sudah terlindungi BPJS," kata Menteri Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin menerangkan, untuk peristiwa kebakaran di Hong Kong itu ada 140 sekian WNI yang terdampak dan diantaranya ada 9 orang yang meninggal dunia.

"Dari 140 sekian itu yang meninggal 9 orang. Kemudian sisanya ada 120 selamat, ada 1 dirawat, dan 9 lagi yang belum teridentifikasi. Jadi belum tahu posisinya, apakah dia selamat tapi belum  lapor atau juga dia ada potensi jadi korban lagi," ujarnya.

"Jadi sekarang otoritas Hong Kong sedang menyisir itu. KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di sana bersama tim kami standby di sana, setelah 2 hari kejadian untuk melakukan pendataan itu," lanjutnya.

Ia juga menyebutkan pemerintah Indonesia di Hong Kong sudah menyiapkan shelter bagi PMI yang selamat dan bagi yang sakit sudah diobati.

"Bagi yang selamat tapi tidak mendapatkan penampungan, kami siapakah penampungan. Dan semua bergerak dan kita terima kasih otoritas Hong Kong  yang bagus sekali penanganannya," sebutnya.

Pemerintah Hong Kong sambung Menteri P2MI juga memberikan pengobatan  dan santunan serta penyediaan rumah sakit dan gratis semuanya.

"Mereka semua tertangani dengan baik yang selamat, yang sakit diobati, yang meninggal proses dokumen, kemudian autopsi dan lain-lain kira-kira butuh 2 hingga 3 Minggu baru kita pulangkan ke tanah air dan kita antarkan sampai langsung ke keluarganya," ujarnya.