JAKARTA - Ukraina mencapai kemajuan dalam perundingan intensif untuk meresmikan jaminan keamanan yang mengikat secara hukum dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Eropanya.
“Perjanjian bilateral dengan Amerika Serikat tetap vital, dan komitmen Presiden AS Donald Trump baru-baru ini untuk berpartisipasi dalam pertahanan Ukraina merupakan "momen terobosan", ujar Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Ukraina Serhii Kyslytsia dilansir Reuters, Jumat, 15 September.
"Saya pikir kita sedang membuat kemajuan," kata Kyslytsia, negosiator kunci dengan sekutu terkait jaminan keamanan.
"Saya pikir periode pertukaran pandangan yang sangat intens ini memungkinkan kita untuk memiliki pemahaman yang jauh lebih baik dan konkret tentang siapa yang bersedia melakukan apa dan siapa yang mampu melakukan apa,” sambungnya.
Pandangan Kyslytsia mencerminkan pendekatan diplomasi yang semakin pragmatis di Kyiv, yang tidak mengharapkan solusi cepat untuk mengakhiri perang, baik dalam bentuk sanksi hukuman AS terhadap Moskow maupun keruntuhan ekonomi Rusia yang tiba-tiba.
Ia mengatakan sebagian besar dari sekitar 30 negara dalam apa yang disebut "koalisi yang bersedia" yang menjanjikan dukungan untuk Ukraina telah menawarkan bantuan praktis, meskipun detailnya masih dibahas.
Para pejabat Ukraina mengatakan proposal yang sedang dibahas sebagai bagian dari jaminan keamanan mencakup tentara Ukraina yang kuat dan diperlengkapi dengan baik, pasukan asing di lapangan, pendanaan untuk persenjataan dalam dan luar negeri, serta pembagian intelijen.
Tujuannya adalah untuk menciptakan pencegah yang kredibel terhadap agresi Rusia di masa mendatang, meskipun negara-negara peserta sangat berbeda dalam hal kontribusi yang mereka berikan.
Kyslytsia mengatakan lebih banyak kemajuan perlu dicapai.
BACA JUGA:
Ia juga memberikan peringatan keras bagi sekutu Eropa, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghentikan agresi militernya di perbatasan Ukraina. Menurutnya sekaranglah saatnya untuk bertindak berani.
"Jika orang Eropa serius menjaga keamanan mereka, mereka harus mengambil keputusan yang sulit,” ujar Kyslytsia.
"Saya pikir sudah menjadi kewajiban politisi Eropa untuk menemui konstituen mereka dan menjelaskan kepada setiap rumah tangga mengapa kesejahteraan mereka bergantung pada kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dan mempertahankan seluruh benua,” sambungnya.