JAKARTA - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza bersama enam subholdingnya beraudiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. Mereka membahas sejumlah hal, termasuk soal perbaikan untuk mencegah terjadinya korupsi.
Hal ini disampaikan Oki usai bertemu dengan pimpinan komisi antirasuah di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Katanya, pembahasan soal risiko saat pengambilan keputusan juga dilakukan dalam pertemuan tertutup tersebut.
"Kami mendiskusikan dengan ketua KPK untuk terus-menerus meningkatkan good governance yang mencakup kita melakukan integrated risk assessment. Melakukan pencegahan hal-hal yang abnormal, yang anomali yang kita lakukan untuk menjaga ketahanan energi meningkat dan harga energi terwujud," kata Oki kepasa wartawan.
Oki lebih lanjut berharap audiensi ini memberikan peningkatan dalam menjalankan kebijakan PT Pertamina.
“Harapan kami kita mendapatkan arahan kemudian juga review dari ketua KPK yang nantinya akan memberikan Peningkatan atau terus-menerus perbaikan," tegasnya.
Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin menyambut positif audiensi dengan PT Pertamina (Persero). Komisi antirasuah disebutnya siap mengulas kebijakan yang diambil Pertamina maupun subholdingnya.
BACA JUGA:
KPK menegaskan pentingnya membangun sistem pengadaan yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas, terutama di sektor minyak dan gas. Sinergi dengan Pertamina diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat pencegahan korupsi sekaligus mendukung tata kelola yang bersih.
"Kami dari Kedeputian Pencegahan dan Monitoring pada prinsipnya siap untuk melakukan semacam review terhadap proses-proses di Pertamina,” tegas Aminudin dalam kesempatan itu.
“Di mana di situ mungkin ada semacam indikasi abnormal activity atau mungkin ilegal activity," pungkasnya.