JAKARTA - Qatar dan Amerika Serikat hampir menyelesaikan perjanjian kerja sama pertahanan yang lebih luas usai serangan Israel terhadap para pemimpin politik Hamas di Doha.
Serangan di Doha sangat sensitif karena Qatar merupakan sekutu dekat AS dan lokasi pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.
Qatar pun menjadi tuan rumah dan menengahi perundingan gencatan senjata—bersama Mesir—sejak perang Gaza dimulai hampir dua tahun lalu.
Rubio yang sedang dalam perjalanan ke Doha dari Tel Aviv, mendesak Qatar untuk melanjutkan perannya sebagai mediator antara Israel dan Hamas untuk mencapai gencatan senjata dalam perang Gaza, dengan mengatakan "waktu yang sangat singkat di mana kesepakatan bisa tercapai."
"Jika ada negara di dunia yang dapat membantu memediasinya, Qatar-lah negaranya. Merekalah yang dapat melakukannya," kata Menlu AS Marco Rubio saat meninggalkan Tel Aviv menuju Doha dilansir Reuters, Selasa, 16 September.
"Kami memiliki kemitraan yang erat dengan Qatar. Bahkan, kami memiliki perjanjian kerja sama pertahanan yang ditingkatkan, yang telah kami kerjakan, dan hampir selesai," kata Rubio, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Qatar menyebut serangan Israel "pengecut dan berbahaya," tetapi mengatakan tidak akan menghalangi perannya sebagai mediator, bersama Mesir dan Amerika Serikat.
Dalam kunjungannya pada Mei, Trump telah meyakinkan Qatar, Washington akan melindunginya jika negara itu diserang.
Trump mengatakan tidak diberitahu oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya tentang serangan Israel.
BACA JUGA:
Netanyahu mengancam akan menyerang para pemimpin Hamas "di mana pun mereka berada" dalam konferensi pers dengan Rubio pada Senin, ketika para pemimpin negara Arab dan Islam mengadakan pertemuan puncak untuk mendukung Qatar usai serangan Israel.
Trump mengatakan ia tidak senang dengan serangan Israel, yang dianggap sebagai tindakan sepihak yang tidak memajukan kepentingan AS atau Israel.
Trump berusaha meyakinkan Qatar serangan semacam itu tidak akan terjadi lagi dalam pertemuan dengan perdana menteri Qatar di New York pada Jumat.