Bagikan:

JAKARTA - Pangeran Harry, Adipati Sussex dari Inggris dikabarkan akan bertemu dengan pejabat tinggi dan 200 veteran tentara dalam kunjungannya ke Ukraina, Jumat 12 September.

The Guardian melaporkan bahwa Harry akan mengunjungi Museum Nasional Sejarah Ukraina pada Perang Dunia II, menghabiskan waktu bersama 200 veteran, dan bertemu dengan Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko.

Kunjungannya bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper ke Ukraina, yang mengumumkan serangkaian sanksi baru Inggris yang menargetkan pendapatan minyak dan pasokan militer Rusia.

Cooper mengatakan kunjungannya merupakan bentuk solidaritas dengan warga Ukraina yang menghadapi serangan intensif dari Rusia – termasuk 6.500 drone dan rudal pada bulan Juli, 10 kali lipat dari jumlah tahun lalu.

Kemunculan Harry di Ukraina dinilai seperti kunjungan empat hari ke Inggris, di mana ia bertemu ayahnya, Raja Charles III, untuk pertama kalinya setelah 19 bulan berjauhan jarak. Itu karena Harry dan istrinya, Meghan Markle,  mengundurkan diri dari tugas kerajaan dan pindah ke California pada tahun 2020. Sejak saat itu hubungan Harry dan anggota Kerajaan lainnya memburuk. 

Harry diketahui seorang veteran Angkatan Darat Inggris yang bertugas di Afghanistan, adalah pendiri Invictus Games, sebuah acara bergaya Paralimpiade yang dirancang untuk menginspirasi para veteran militer di seluruh dunia dalam upaya mereka mengatasi cedera di medan perang. Ukraina sedang mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade pada tahun 2029.

Yayasan Archewell yang didirikan oleh Harry dan istrinya, Meghan, mengumumkan pekan ini bahwa mereka telah menyumbangkan 500.000 dolar AS untuk proyek-proyek yang mendukung anak-anak yang terluka dari Gaza dan Ukraina. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam evakuasi medis dan mendanai pengembangan prostetik bagi anak-anak muda yang terluka parah.