Bagikan:

SUMBAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam di Sumatera Barat (Sumbar) menurunkan tim gabungan sebanyak 50 orang untuk mencari Dodi Prinando (40), nelayan yang hilang saat mencari ikan di Danau Maninjau, Jumat 12 September pagi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Ichwan Pratama Danda mengatakan, ke-50 orang itu berasal dari BPBD Agam, Polri, TNI, Pemadam Kebakaran Agam, pemerintah nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Bayua, KSB Tanjung Raya, dan masyarakat.

"Kita juga menggunakan dua perahu untuk mencari korban tenggelam di Nagari (Desa) Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya," katanya di Lubuk Basung, Jumat, disitat Antara.

Ia mengatakan, tim gabungan itu mencari keberadaan korban dengan menelusuri titik korban hilang di Danau Maninjau dengan dua perahu.

Setelah itu, memantau melalui tepi danau vulkanik tersebut, namun korban belum ditemukan.

"Tim berupaya mencari korban dan sampai saat ini belum ditemukan," katanya.

Ia menceritakan korban bersama temannya atas nama Awaluddin (49) pergi menembak ikan pada Kamis 11 September sekitar pukul 22.00 WIB dan istirahat pada pukul 24.00 WIB.

Kemudian, mereka istirahat hingga Jumat 12 September sekitar pukul 02.30 WIB. Pada pukul 03.00 WIB, warga Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, kembali melanjutkan menembak ikan ke Danau Maninjau bersama dengan Awaluddin.

Saat itu korban menggunakan perahu dan temannya tidak memakai perahu. Beberapa waktu kemudian, temannya menunggu korban dan korban tidak kunjung datang.

Namun, warga melihat ada perahu kosong di danau pada pukul 06.00 WIB dan kemudian warga mendekati perahu.

Warga melihat di dalam perahu hanya terdapat ikan, baju dan dirigen. Kemudian, warga melaporkan ke pihak keluarga dan pemerintah nagari.

"Pemerintah nagari melaporkan kejadian itu ke kita dan langsung mengerahkan Satgas ke lokasi untuk berkoordinasi dengan pemerintah nagari," katanya.