Bagikan:

JAKARTA - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Hari Kamis mengutuk serangan terhadap ibu kota Qatar, Doha, tetapi tidak menyebutkan Israel dalam pernyataan yang disetujui oleh seluruh 15 anggota, termasuk sekutu Israel, Amerika Serikat.

"Anggota Dewan menggarisbawahi pentingnya de-eskalasi dan menyatakan solidaritas mereka dengan Qatar. Mereka menggarisbawahi dukungan mereka terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar," demikian bunyi pernyataan yang disusun oleh Inggris dan Prancis, melansir Reuters 12 September.

Operasi Doha yang dikecam luas ini sangat sensitif karena Qatar telah menjadi tuan rumah dan memediasi negosiasi yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata dalam perang Gaza.

"Anggota Dewan menggarisbawahi bahwa pembebasan para sandera, termasuk mereka yang dibunuh oleh Hamas, dan mengakhiri perang serta penderitaan di Gaza harus tetap menjadi prioritas utama kami," demikian bunyi pernyataan Dewan Keamanan.

Aljazair menyuarakan kekecewaannya karena pernyataan Dewan Keamanan tidak lebih tegas.

"Kekerasan melahirkan kekerasan. Impunitas melahirkan perang. Keheningan di komunitas internasional, dan Dewan Keamanan ini sendiri, memicu kekacauan," kata Duta Besar Aljazair untuk PBB, Amar Bendjama, kepada dewan.

"Dewan ini sendiri masih terkekang, bahkan tidak dapat menyebutkan nama agresor, untuk mengkualifikasi agresi sebagai pelanggaran hukum internasional," tandasnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menuduh Israel mencoba menggagalkan upaya untuk mengakhiri perang di Gaza dengan menyerang para pemimpin Hamas di Doha, tetapi berjanji untuk melanjutkan upaya mediasinya.

"Menyerang wilayah kami saat kami sedang sibuk bernegosiasi telah mengungkap niat Israel. Israel berusaha merusak prospek perdamaian. Israel berusaha memperpanjang penderitaan rakyat Palestina," ujarnya kepada dewan.

"Ini juga menunjukkan ekstremis yang memerintah Israel saat ini tidak peduli dengan para sandera. Ini bukan prioritas," tegasnya.

Sedangkan Pakistan mempertanyakan apakah pembebasan sandera yang ditahan Hamas merupakan prioritas bagi Israel.

"Jelas bahwa Israel, kekuatan pendudukan, bertekad melakukan segala cara untuk merusak dan menghancurkan setiap kemungkinan perdamaian," ujar Duta Besar Pakistan untuk PBB, Asim Iftikhar Ahmad, kepada dewan.

Israel berusaha membunuh para pemimpin politik Hamas dengan serangan pada Hari Selasa, meningkatkan aksi militernya dalam apa yang digambarkan Washington sebagai serangan sepihak yang tidak memajukan kepentingan AS dan Israel.

"Serangan ini mengirimkan pesan yang seharusnya bergema di seluruh majelis ini. Tidak ada tempat perlindungan bagi teroris, tidak di Gaza, tidak di Teheran, tidak di Doha. Tidak ada kekebalan bagi teroris," kata Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon dalam pertemuan Dewan Keamanan mengenai serangan tersebut.

"Kami akan menindak para pemimpin teror di mana pun mereka bersembunyi," tambahnya.