Jakarta – Misteri di balik kematian Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan, masih menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Rasa kehilangan itu belum sepenuhnya terobati, apalagi ketika mereka merasa kasus ini belum terungkap dengan tuntas.
Demi mencari keadilan, pihak keluarga kembali melangkah, kali ini dengan membawa suara mereka hingga ke Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa, 9 September 2025.
“Kami datang ke Mabes TNI untuk meminta Panglima TNI membantu mengungkap kasus kematian Arya Daru,” ungkap Marwan Iswandi, kuasa hukum keluarga, saat dihubungi, Rabu, 10 September 2025.
Marwan bersama tim hukumnya berharap dukungan TNI bisa membuka jalan terang, karena keluarga meyakini banyak kejanggalan yang menyelimuti kepergian Arya.
BACA JUGA:
“Banyak hal yang tidak masuk akal. Dugaan kami, Arya bukan meninggal wajar, melainkan dibunuh,” katanya tegas.
Arya semasa hidup dikenal tekun menangani kasus-kasus besar, salah satunya terkait perdagangan manusia lintas negara. Hal itulah yang kini membuat keluarga semakin bertanya-tanya: apakah pekerjaannya berkaitan dengan tragedi yang menimpanya?
Menurut Marwan, penyidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya sejauh ini dirasa tidak berjalan profesional. Publik pun mulai mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum.
“Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah pihak kepolisian tidak profesional dalam menangani kasus ini?” ujarnya.
Lebih jauh, Marwan menduga ada kepentingan tertentu yang membuat kasus ini seakan ditutupi. Karena itu, pihaknya meminta agar pengusutan dilakukan secara terbuka dan profesional, demi keadilan bagi Arya dan keluarganya.