JAKARTA - Seorang remaja didakwa membunuh seorang mahasiswa asal Arab Saudi yang sedang magang selama 10 minggu di salah satu kampus di Inggris pada Agustus. Pelaku sebelumnya mengaku tidak bersalah.
Mohammed Al-Qasim, 20 tahun, ditikam oleh Chas Corrigan, 21 tahun, di dekat stasiun kereta api utama Cambridge, Inggris, pada 1 Agustus dan meninggal dunia pada dini hari keesokan harinya.
Corrigan membantah tuduhan pembunuhan dengan dalih pembelaan diri saat sidang terkait kasusnya ini berlangsung di pengadilan kota Cambridge pada Senin kemarin.
Dalam kasus ini, dikutip dari AN, Selasa 9 September, pelaku lain yang disidangkan adalah Peter Corrigan, 50 tahun. Ia mengaku telah membantu seorang seseorang melakukan kriminalitas diduga Al-Qasim. Baik Peter dan Al-Qasim saat ini telah ditahan.
BACA JUGA:
Dalam sebuah penghormatan setelah meninggalnya Al-Qasim, keluarga menggambarkannya almarhum sebagai "seorang putra yang berbakti, seorang saudara yang penyayang, dan pemimpin keluarga dalam jiwa, bukan penampilan. Seiring waktu, ia menjadi karisma keluarga, meninggalkan warisan yang tak terlupakan dalam setiap pertemuan."
EF International Language Campus, sekolah yang berbasis di Cambridge yang mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa luar negeri tempat Al-Qasim menjalani magang, mengatakan bahwa mereka “sangat berduka” atas kematiannya.