YOGYAKARTA – Istilah anarki, anarkis, dan anarkisme sering dijumpai di media digital, baik secara tertulis maupun verbal. Ketiga istilah tersebut sering digunakan untuk menggambarkan huru-hara pada demonstrasi. Padahal arti anarki, anarkis, dan anarkisme seringkali berbeda dari konteksnya. Artikel ini akan meberikan penjelasan makna ketiga kosakata tersebut.
Mengenal Arti Anarki, Anarkis, dan Anarkisme
Kata anarki, anarkis, atau anarkisme kini sering dikaitkan dengan hal-hal negatif. Bahkan masing-masing istilah selalu diintepretasikan ke makna yang kurang baik.
Makna anarki misalnya, yang selalu dikait-kaitkan dengan tindakan yang bernuansa destruktif, chaos, huru-hara, kekacauan, kerusuhan, keruwetan, bahkan pemberontakan. Sedangkan anarki kini lebih sering dihubungkan dengan pemberontak, pengacau, dan perusuh. Lebih parah, anarkisme selalu dipertentangkan dengan ideologi demokratif yang dianut oleh Indonesia. Lalu yang jadi pertanyaan adalah apakah ketiga istilah tersebut benar-benar buruk?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) luring, kata anarki memiliki arti kekacauan, sedangkan anarkis adalah orang yang melakukan tindakan anarki, dan anarkisme artinya ajaran (paham) yang menentang setiap kekuatan negara.
Dalam buku yang berjudul ABC Anarkisme "Anarkisme untuk Pemula", sang penulis yakni Alexander Berkman menjelaskan bahwa kata “anarki” berasal dari bahasa Yunani yang artinya “tanpa kekuatan”, “tanpa kekerasan”, atau “pemerintah”.
Dari pemahaman bahasa itu seharusnya anarki tidak berhubungan dengan kekacauan seperti yang dipahami saat ini. Justru anarki adalah kebalikan dari ketidakteraturan.
Sedangkan dalam buku yang berjudul Sejarah Ideologi Dunia: Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme, Fasisme, Anarkisme, Anarkisme dan Marxisme, Konservatisme, penegrtian anarkisme dijelaskan lebih jelas lagi.
Dijelaskan bahwa anarkis adalah orang yang mempercayai atau menganut anarki. Penambahan isme pada anarkisme berarti anarki sebagai sebuah paham, ajaran, atau ideologi. Dalam politik, anarkisme adalah teori yang tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat tanpa hirarkis dalam berbagai unsur kehidupan.
Orang yang menganut anarkisme menginginkan bahwa ketiadaan aturan-aturan adalah format yang bisa saja diterapkan dalam tatanan sosial. Bahkan format tersebut mampu menciptakan kebebasan individu serta meningkatkan kebersamaan sosial. Atas pandangan ini penganut anarkisme menolak keberadaan negara.
BACA JUGA:
Anarkisme dan Kekerasan
Akar kekerasan yang diidentikan kepada kaum anarkis memang tidak muncul begitu saja. Dalam sejarahnya, penganut paham anarkisme memang sering menggunakan kekerasan sebagai metode untuk memperjuangkan idenya.
Bahkan kaum anarkis yang menjadi pengikut Buenaventura Durruti, tokoh anarkis di masa Perang Saudara Spanyol tahun 1930-an, memiliki slogan bahwa cinta hanya bisa berbicara lewat selongsong senapan.
Itulah informasi terkait arti anarki, anarkis, anarkisme. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.