JAKARTA - Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dibakar siang ini. Massa juga menggeruduk Polda NTB menyuarakan protes atas tindakan represif anggota Brimob hingga menyebabkan kematian driver ojol Affan Kurniawan.
Dilihat dari akun Instagram @insidelombok, api berkobar di gedung DPRD NTB. Tampak asap hitam pekat membubung pada Sabtu, 30 Agustus.
Sebelumnya pembakaran gedung DPRD juga terjadi Makassar, Sulawesi Selatan. Tiga orang dilaporkan tewas.
Di wilayah lain, massa merusak kantor DPRD Surakarta, Jawa Tengah. Kemarahan massa juga menyasar fasilitas publik di Jakarta termasuk pembakaran 7 halte Transjakarta.
BACA JUGA:
Jangan Anarkis
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat untuk menghentikan aksi demo yang bersifat anarkis hingga menimbulkan kerusakan dan kerusuhan di tengah publik.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI Masduki Baidlowi mengimbau kepada para pendemo yang sekarang masih berada di lapangan agar pulang ke rumah masing-masing.
"Demo adalah hak warga negara, tetapi ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesulitan bagi publik, saya kira itu harus dihentikan, oleh karena itu, kita juga mengimbau supaya para pendemo pulang ke rumah masing-masing dan tidak menimbulkan kesulitan bagi masyarakat lain," ujar dia, Jumat, 29 Agustus.
Menurutnya, demo yang menimbulkan kerusuhan juga akan berpengaruh pada aktivitas sehari-hari masyarakat, utamanya bagi masyarakat menengah ke bawah yang masih harus mencari nafkah.
"Dan itu saya kira penting kan bagi masyarakat (mencari nafkah), terutama masyarakat di bawah, sehingga dengan demikian demo tolong dihentikan, jangan sampai menimbulkan anarki dan kerusakan-kerusakan, itu imbauan dari MUI," ucapnya.