Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat menolak visa Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang dijadwalkan menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Kantor Presiden Palestina menyatakan "keheranan" atas keputusan Washington pada Jumat pekan lalu untuk membatalkan visa tersebut.

Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Amerika Serikat untuk membatalkan keputusan pencabutan visa.

Mahmoud Abbas telah berpidato di Majelis Umum selama bertahun-tahun dan umumnya memimpin delegasi Palestina.

"Kami menyerukan kepada pemerintah Amerika untuk membatalkan keputusannya," kata juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeineh, kepada The Associated Press dilansir Senin, 1 September.

Abu Rudeineh memperingatkan langkah tersebut hanya akan meningkatkan ketegangan dan eskalasi.

"Kami telah berkomunikasi sejak kemarin dengan negara-negara Arab dan asing, terutama mereka yang secara langsung terkait dengan masalah ini. Upaya ini akan terus berlanjut sepanjang waktu," kata Abu Rudeineh.

Dia. jugamendesak negara-negara lain untuk menekan pemerintahan Presiden AS Donald Trump agar membatalkan keputusannya, termasuk yang paling menonjol adalah negara-negara yang telah menyelenggarakan konferensi tingkat tinggi tentang menghidupkan kembali solusi dua negara.