DENPASAR - Polda Bali membebaskan ratusan orang yang terlibat aksi kericuhan, saat unjuk rasa di kawasan Mapolda Bali dan gedung DPRD Bali.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan ada 158 orang yang diamankan terkait kericuhan.
"Sampai hari terakhir kemarin ada sekitar 158 orang yang kita amankan. Lalu diperiksa untuk diketahui perannya masing-masing. Kita bisa mengamankan 1x24 jam," kata Kombes Ariasandy, Senin, 1 September.
Dari pemeriksaan, seratusan orang dibebaskan. Sementara 3 orang ditahan.
"Ada 3 orang yang kita amankan sementara dan masih pendalaman dan 2 orang membawa bom molotov dan 1 orang mencuri gas air mata Polri (saat aksi) di kawasan Renon. Sampai saat ini, 3 orang yang kita dalami, selebihnya sudah pulang, selain 3 orang ini, tadi kita sudah pulangkan semua," imbuhnya.
Kebanyakan massa aksi yang diamankan berstatus pelajar yang hanya ikut-ikutan aksi.
"Pelajar ada, SMA ada. Jadi ada beberapa juga anak SMA yang terlibat. (Mereka rata-rata) diajak dan ikut-ikutan. Tentunya melalui orang tuanya (dilakukan pembinaan) karena kemarin orang tuanya kita panggil juga," jelasnya.
Dilaporkan juga ada delapan anggota kepolisian dan dua warga sipil yang terluka karena aksi kondisinya sudah membaik.
"Iya sudah membaik lah, korban luka-luka kena lempar batu. Untuk kerusakan ada dua (mobil polisi). Kemudian Kantor Ditrekrimsus ada yang pecah kacanya kena lemparan," ujarnya.
Dipastikan situasi di Pulau Bali kondusif dan tidak ada aksi unjuk rasa lanjutan.
Untuk antisipasi unjuk rasa pihak kepolisian melakukan penjagaan ketat di Kantor DPRD Bali dan di kawasan Markas Komando (Mako) Polri di Bali.
"Sampai sekarang masih landai, belum ada informasi adanya unjuk rasa. Tapi kita terap pantau dan standby untuk mengantisipasi apabila ada demo dadakan. Yang jelas hari ini terpantau masih landai," ujarnya.
Disclaimer:
Pemberitaan ini untuk kepentingan informasi publik, agar hak masyarakat untuk tahu tetap terjaga. Redaksi VOI menolak kekerasan/perusakan/pembakaran/penjarahan, karena bangsa ini hanya akan kuat jika kita setia melindungi sesama, merawat fasilitas umum, dan menjaga dunia usaha tetap berjalan agar ekonomi tak makin terpuruk. Tetap tenang, jangan terprovokasi, jadikan negeri ini rumah aman buat kita semua, dan utamakan sumber informasi yang kredibel.