JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menggratiskan layanan Transjakarta dan MRT Jakarta selama satu pekan, mulai Minggu, 31 Agustus hingga Senin, 8 Agustus 2025.
Kebijakan ini diputuskan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sehubungan dengan gangguan layanan transportasi umum di Jakarta yang terjadi beberapa hari terakhir akibat aksi unjuk rasa di sejumlah titik.
"Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, mulai dengan tanggal 1 sampai dengan tanggal 8 September, baik itu MRT maupun Transjakarta 0 rupiah atau gratis," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 1 September.
Akibat penggratisan layanan angkutan umum yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) DKI tersebut, Pemprov DKI harus menambah anggaran subsidi transportasi hingga belasan miliar rupiah.
"Kita harus memberikan subsidi transportasi karena gratis tadi kurang lebih Rp18 miliar sampai dengan seminggu ini," ujar Pramono.
Sementara itu, mulai hari ini, seluruh layanana transportasi di Jakarta telah beroperasi normal. Hanya saja, sejumlah halte yang dirusak dan dibakar tidak melayani pelanggan.
Kemudian, semua stasiun MRT Jakarta juga telah melayani penumpang, kecuali pintu masuk (entrance) A dan elevator sisi GBK Stasiun Istora Mandiri masih ditutup untuk perbaikan.
Pemprov DKI Jakarta mencatat, sebanyak 22 halte Transjakarta, baik yang berada dalam koridor (BRT) maupun non-BRT terdampak. 6 halte di antaranya dibakar oleh massa tak dikenal. Kemudian, 16 halte rusak dan tercoret-coret akibat aksi vandalisme.
ramono mengungkap, total kerugian akibat perusakan fasilitas publik mencapai Rp51 miliar. Hal ini disampaikan Pramono usai menjalani rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta.
BACA JUGA:
"Mengenai estimasi kerugian, kerusakan infrastruktur untuk MRT Jakarta sebesar Rp3,3 miliar, MRT. Transjakarta kurang lebih Rp41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur lainnya Rp5,5 miliar. Sehingga total kerusakan ada Rp51 miliar," imbuhnya.