Bagikan:

JAKARTA - Bantuan pangan semakin banyak mencapai Gaza, tetapi masih jauh dari cukup untuk mencegah kelaparan yang meluas, kata kepala Program Pangan Dunia (WFP).

"Kami mendapatkan sedikit lebih banyak makanan. Kami bergerak ke arah yang benar, tetapi itu belum cukup untuk melakukan apa yang perlu kami lakukan guna memastikan bahwa orang-orang tidak kekurangan gizi dan tidak kelaparan," kata Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain kepada Reuters dalam sebuah wawancara melalui tautan video dari Yerusalem, seperti dilansir 29 Agustus.

Lebih jauh McCain mengatakan, WFP sekarang mampu mengirimkan sekitar 100 truk bantuan per hari ke Gaza dibandingkan dengan 600 truk per hari selama gencatan senjata dua bulan yang berakhir pada pertengahan Maret.

COGAT, badan militer Israel yang mengawasi aliran bantuan ke wilayah kantong tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama dengan militer Israel bahwa setiap hari lebih dari 300 truk bantuan kemanusiaan memasuki Gaza, sebagian besar membawa makanan.

McCain bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem, demikian pernyataan kantor mereka.

Sebuah pernyataan Israel menyebutkan, mereka sepakat untuk menggandakan upaya mempercepat dan mempertahankan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza mengingat kebutuhan mendesak di lapangan.

Sebuah laporan yang dirilis pada Hari Jumat oleh pemantau kelaparan global, Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu, menyebutkan bahwa sekitar 514.000 orang - hampir seperempat populasi Gaza - menghadapi kondisi kelaparan di Kota Gaza dan sekitarnya.

Israel telah berulang kali menepis temuan tersebut sebagai sesuatu yang keliru dan bias, dan berpihak pada kelompok militan Palestina, Hamas, yang telah diperanginya selama hampir dua tahun.

Terpisah, Sami al-Ashram (52) yang sedang mengantre di dapur umum di Kota Gaza, mengatakan kepada Reuters, ia hampir tidak punya cukup makanan.

"Saya meminta kepada pihak yang bertanggung jawab atas bantuan untuk meningkatkan bantuan (pasokan) agar kami dapat makan dan hidup. Sedikit beras saja tidak cukup untuk kami," katanya.

McCain, yang mengunjungi Deir al-Balah dan Khan Younis minggu ini - termasuk sebuah klinik yang mendukung anak-anak serta ibu hamil dan menyusui - menyoroti kesulitan yang berkelanjutan dalam menyalurkan bantuan kepada populasi rentan di pedalaman Gaza.

"Yang kami saksikan adalah kehancuran total. Gaza pada dasarnya rata dengan tanah, dan kami melihat orang-orang yang sangat kelaparan dan kekurangan gizi," ungkap McCain.

"Ini membuktikan pendapat saya, kita perlu masuk jauh ke dalamnya (Gaza) agar kita dapat memastikan bahwa mereka dapat secara konsisten mendapatkan apa yang mereka butuhkan," ujarnya.

Ia mengatakan, sedikit peningkatan dalam penyaluran makanan dan pasokan komersial ke Gaza telah membantu menurunkan harga, tetapi kebanyakan orang masih tidak mampu membeli makanan.

McCain berharap, WFP akan memiliki akses yang lebih baik ke Gaza setelah bertemu dengan Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir pada Hari Rabu, di mana ia mendesak akses tanpa hambatan, rute yang lebih aman, dan jaminan bahwa truk tidak akan mengalami penundaan lama setelah izin diberikan.

Sebuah pernyataan militer menyebutkan, Letjen Zamir menekankan komitmen Israel untuk mencegah kelaparan dan memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau warga Gaza.

Laporan IPC juga memperingatkan, kelaparan dapat menyebar ke distrik-distrik di bagian tengah dan selatan Deir al-Balah dan Khan Younis pada akhir September.

McCain menyebut laporan IPC sebagai "standar emas" untuk mengukur kerawanan pangan.

Israel sendiri menolak laporan tersebut sebagai "sangat cacat" dan meminta IPC untuk mencabutnya pada Hari Rabu. IPC belum memberikan komentar.