JAKARTA - Polisi kembali mencegah pelajar yang hendak terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gedung DPR/MPR hari ini. Beberapa dari mereka kedapatan membawa busur panah.
"Sembilan orang di antaranya ditemukan membawa busur panah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis, 28 Agustus.
Tapi tak disampaikan secara rinci mengenai identitas maupun lokasi sembilan pelajar itu diamankan.
Total ada 276 pelajar yang dicegah datang ke kawasan DPR/MPR oleh Polda Metro Jaya dan jajaran.
"Update pelajar yang berhasil dicegah untuk tidak melaksanakan demo total 276," kata Ade.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 120 pelajar dicegah untuk datang ke kawasan DPR/MPR per pukul 08.30 WIB.
Ratusan pelajar yang dicegah itu dengan rincian, 48 orang di wilayah hukum Polres Metro Kabupaten Bekasi. Dari hasil pemeriksaan, mereka beraal dari Indramayu hingga Cirebon.
Kemudian, Polres Metro Tangerang Kota mencegah 11 orang pelajar. Mereka berasal dari Serang, Banten
"Polres Metro Bekasi Kota, berhasil mengayomi, mencegah, melindungi, 29 anak pelajar yang berasal dari Cirebon dan Purwakarta," sebutnya.
Ade melanjutkan, Polres Metro Depok mencegah tujuh pelajar yang seluruhnya berasal dari Depok. Lalu, Polres Metro Jakarta Pusat mencegah 25 pelajar yang berasal dari Indramayu dan Cianjur.
"Darimana mereka dapat informasi ini? Mereka dapat informasi dari medsos, ajakan atau provokasi dari medsos," kata Ade.