Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita Toyota Land Cruiser milik Chairul Fadhly Harahap selaku Sekretaris DitjenPembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker & K3) Kementerian Ketenagakerjaan. Upaya paksa ini dilakukan penyidik pada Selasa, 26 Agustus.

“Kendaraan itu kita amankan dari pihak saudara CFH, salah satu pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Agustus.

Setelah penyitaan dilakukan, Budi mengatakan penyidik akan memeriksa Chairul. Tujuannya untuk mengonfirmasi barang bukti tersebut.

“Nantinya tentu terhadap saudara CFH ini akan dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan untuk mengonfirmasi terkait dengan kendaraan yang sudah kita lakukan penyitaan,” tegasnya.

“Di mana dalam penyitaan ini, penyidik menduga bahwa aset tersebut berasal ataupun terkait dengan dugaan tindak pemerasan dalam penerbitan sertifikat K3 di Kemnaker,” sambung Budi.

Adapun dalam kasus ini, penyidik sudah menyita 24 kendaraan. Paling banyak disebut KPK berasal dari Irvian Bobby Mahendro atau yang disebut ‘sultan’ selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3.

 

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan 11 tersangkaterkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikatkeselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penetapan inidiawali operasi tangkap tangan (OTT) yang menjaring 14 orang, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan(Wamenaker) Immanuel Ebenezer.

Berikut adalah daftar tersangka yang ditetapkan KPK:

 

1. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator BidangKelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025;

2. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator BidangPengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerjatahun 2022 hingga sekarang;

3. Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025;

4. Anitasari Kusumawati selaku Koordinator Kemitraandan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020 hinggasekarang;

5. Immanuel Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI tahun 2024-2029;

6. Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret2025 sampai sekarang;

7. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun2021-Februari 2025;

8. Sekarsari Kartika Putri selaku sub-koordinator;

9. Supriadi selaku koordinator;

10. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan

11. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

Penetapan tersangka ini diawali dengan pemeriksaan intensif dan telah menemukan dua alat bukti. Diduga pemerasan ini sudah terjadi sejak lama.

Dugaan ini muncul karena banyaknya barang bukti yang ditemukan, yakni 15 mobil dan 7 motor serta uang tunaiRp170 juta dan 2.201 dolar Amerika Serikat.

Adapun Immanuel Ebenezer sudah dicopot darijabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil setelah status hukumnya diumumkan KPK dan disampaikan ke publik oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.