Bagikan:

JAKARTA - Badan pengawas nuklir PBB atau Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengerahkan inspekturnya kembali ke fasilitas nuklir di Iran. 

Mereka kembali melanjutkan pekerjaannya setelah sebelumnya ditarik akibat adanya ketegangan kedua belah pihak menyusul serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tahun ini.

"Sekarang tim pertama inspektur IAEA telah kembali ke Iran, dan kami akan segera memulai kembali," kata Direktur Jenderal Rafael Grossi dalam acara "The Story" di Fox News dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Selasa waktu setempat, dikutip via AFP. 

"Soal Iran, seperti yang Anda ketahui, ada banyak fasilitas. Beberapa diserang, beberapa tidak," kata Grossi.

"Jadi kami sedang mendiskusikan jenis... modalitas praktis apa yang dapat diterapkan untuk memfasilitasi dimulainya kembali pekerjaan kami di sana," sambungnya.

Inspektur IAEA kembali melakukan pengawasan setelah adanya perundingan terkait nuklir antara Iran, Inggris, Prancis, dan Jerman di Jenewa, Swiss pada Selasa pekan ini. 

Iran berupaya menghindari sanksi balik dari negara-negara Eropa, dengan kembali melanjutkan kesepakatan nuklir yang telah berlangsung pada 2015.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, yang menghadiri perundingan di Jenewa mengatakan, sudah "saatnya" bagi trio Eropa tersebut "untuk membuat pilihan yang tepat dan memberi ruang dan waktu bagi diplomasi."