Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Malaysia membuka penyelidikan internal terkait kemungkinan pelanggaran prosedur di sekolah di Sabak Bernam setelah siswa kelas tiganya luka kritis akibat jatuh dari lantai tiga asrama kemarin dini hari.

Menteri Pendidikan Malaysia Fadhlina Sidek mengonfirmasi bahwa laporan polisi telah diajukan untuk memfasilitasi penyelidikan menyeluruh.

“Siswa tersebut sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Saya telah menginstruksikan penyelidikan terperinci terhadap semua aspek kasus ini, termasuk dugaan perundungan," kata Fadhlina melalui akun media sosialnya pada Rabu 27 Agustus, dikutip dari theSun online.

“Kementerian tidak menoleransi segala bentuk perundungan. Tindakan tegas akan diambil jika penyelidikan menemukan adanya perundungan," sambungnya.

Fadhlina mengatakan sebagai tindakan segera, kepala sekolah, asisten senior urusan kemahasiswaan, dan seluruh penjaga asrama telah dipindahkan sementara ke Departemen Pendidikan Selangor sambil menunggu hasil penyelidikan.

"Doa saya agar anak tersebut segera pulih dan keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini."

Kepolisian Selangor sebelumnya mengonfirmasi telah menerima laporan mengenai insiden tersebut, yang terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Kepala Kepolisian Negara Bagian Selangor, Shazeli Kahar, mengatakan bahwa berkas penyelidikan telah dibuka berdasarkan Pasal 31(1) Undang-Undang Anak 2001, dengan fokus penyelidikan pada langkah-langkah keamanan sekolah, pengelolaan asrama, dan latar belakang sosial korban dan teman-temannya.

"Saat ini, polisi sedang mencatat pernyataan dari para saksi dan individu terkait. Meskipun kami menyadari adanya spekulasi publik mengenai perundungan, masih terlalu dini untuk mengonfirmasinya," ujarnya.

Menurut laporan media, korban mengalami pendarahan otak, patah rahang, dan cedera paru-paru, tetapi tidak ada patah tulang yang biasanya dialami korban jatuh dari ketinggian.

Pamannya, Muhammad Aidil Mansor, mengatakan bahwa keluarga mencurigai adanya perundungan dan telah membuat laporan ke kepolisian pukul 5 pagi kemarin.

Ia menambahkan, keluarga telah diberitahu bahwa lima mahasiswa telah ditahan untuk membantu penyelidikan, tetapi belum ada yang memberikan pernyataan hingga berita ini diturunkan.