Bagikan:

CIANJUR - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mendalami kasus penemuan mayat bayi laki-laki di aliran sungai Kampung Pasir Nangka, Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Minggu, 24 Agustus.

Polisi berupaya mengungkap siapa orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri.

Kapolsek Ciranjang AKP Yuddi Suharjo mengatakan bayi yang diperkirakan baru berusia satu hari itu pertama kali ditemukan warga saat membersihkan sampah di pintu air sungai.

“Warga tiba-tiba melihat jasad bayi mengambang lengkap dengan ari-arinya,” kata Yuddi di Cianjur dikutip dari Antara.

Warga langsung melapor ke aparat desa dan Polsek Ciranjang. Petugas yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar sungai.

Bayi tersebut memiliki berat sekitar 3 kilogram dan panjang 52 sentimeter. Saat ditemukan, tubuhnya masih segar, namun terdapat sejumlah luka.

“Melihat kondisinya, bayi kemungkinan dilahirkan pada malam hari. Ada luka di bagian leher kiri, luka di atas kepala, dan memar di pinggang,” ujarnya.

Jasad bayi langsung dievakuasi ke RSUD Cianjur untuk pemeriksaan medis lebih lanjut. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian sekaligus mencari pelaku pembuang bayi.

“Penyelidikan masih dilakukan. Kami juga meminta keterangan saksi lain yang sempat melihat aktivitas mencurigakan di pinggir sungai sehari sebelumnya,” kata Yuddi.

Sementara itu, warga menduga bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang luar kampung karena tidak ada perempuan hamil tua di lingkungan mereka beberapa bulan terakhir.

“Dugaan kami, ini perbuatan orang luar yang sengaja membuang bayi ke sungai untuk menghilangkan jejak,” kata Malik (39), warga sekitar.