Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Kedua pemimpin negara itu mengoordinasikan posisi mereka terkait perang di Ukraina.

Dilansir Reuters, Kamis, 21 Agustus, Macron menerangkan terkait isu perdagangan, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat pertukaran ekonomi dan kemitraan strategis.

India mendapat tekanan dari Amerika Serikat atas pembelian minyak Rusia dan barang-barang dari negara itu menghadapi tarif tambahan hingga 50%, salah satu yang tertinggi yang dikenakan oleh Washington, atas masalah tersebut.

Yang terbaru dari upaya perdamaian Rusia—Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin siap bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, asalkan semua masalah harus diselesaikan terlebih dulu. Rusia mengutarakan keraguan mengenai kewenangan Zelenskyy untuk menandatangani perjanjian damai.

Putin dan Presiden AS Donald Trump bertemu pada Jumat pekan lalu di Alaska untuk pertemuan puncak Rusia-AS pertama dalam lebih dari empat tahun dan kedua pemimpin membahas cara untuk mengakhiri perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Setelah pertemuan puncaknya di Alaska, Trump mengatakan dia telah mulai mengatur  pertemuan antara para pemimpin Rusia dan Ukraina, yang akan diikuti oleh pertemuan puncak trilateral dengan presiden AS.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah Putin bersedia bertemu Zelenskyy, Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan: "Presiden kami telah berulang kali mengatakan ia (Putin) siap untuk bertemu, termasuk dengan Tuan Zelenskiy".

"Dengan pemahaman bahwa semua isu yang memerlukan pertimbangan di tingkat tertinggi akan dibahas dengan baik, dan para ahli serta menteri akan menyiapkan rekomendasi yang sesuai. Dan, tentu saja, dengan pemahaman penandatanganan perjanjian di masa mendatang, masalah legitimasi orang yang menandatangani perjanjian ini dari pihak Ukraina akan terselesaikan," papar Lavrov dilansir Reuters, Kamis, 21 Agustus.

Putin telah berulang kali meragukan legitimasi Zelenskyy karena masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2024, tetapi perang tersebut berarti belum ada pemilihan presiden baru yang diselenggarakan.

Kyiv menyatakan Zelenskyy tetap menjadi presiden yang sah.

Para pejabat Rusia mengatakan mereka khawatir jika Zelenskyy menandatangani kesepakatan tersebut, calon pemimpin Ukraina dapat menggugatnya dengan alasan masa jabatan Zelenskyy secara teknis telah berakhir.

Zelenskyy sebelumnya mengatakan Kyiv menginginkan "reaksi keras" dari Washington jika Putin tidak bersedia bertemu dengannya secara bilateral.

Para pemimpin Eropa mengatakan mereka skeptis Putin benar-benar tertarik pada perdamaian, tetapi sedang mencari cara yang kredibel untuk menjamin keamanan Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan damai potensial dengan keterlibatan AS yang minimal.