JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan sekaligus makan malam bersama dengan sejumlah Ketua Parlemen dari negara ASEAN, tadi malam. Acara tersebut berlangsung setalah para ketua parlemen negara-negara Asia Tenggara menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Para pimpinan yang hadir di Sidang Tahunan di DPR, diantaranya Presiden ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) 2025 sekaligus Ketua DPR Malaysia, H. E. Tan Sri Dato’ (Dr.) Johari bin Abdul, Ketua Parlemen Nasional Timor Leste, H. E. Maria Fernanda Lay, dan Ketua Parlemen Singapura, H. E. Seah Kian Peng serta Ketua Dewan Legislatif Brunei Darussalam E. Pehin Orang Kaya Seri Lela Dato Seri Setia Awang Haji Abdul Rahman bin Dato Setia Haji Mohamed Taib.
Beberapa yang hadir dalam jamuan makan malam itu di antaranya adalah Ketua Dewan Legislatif Brunei Darussalam dan Ketua Parlemen Nasional Timor Leste. Sementara sisanya harus kembali ke negaranya karena sudah memiliki agenda.
Puan mengatakan, acara makan malam bersama itu untuk mempererat persahabatan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, sekaligus dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI.
"Kita berkumpul untuk mengenang pengorbanan yang telah memenangkan kemerdekaan Indonesia, dan untuk merayakan persahabatan antarnegara di kawasan kita," ujar Puan, dalam keterangannya, Sabtu, 16 Agustus.
Puan mengatakan Kemerdekaan Indonesia tahun ini sangat penting, karena memperingati 80 tahun Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk merayakan persatuan dan kedaulatan yang telah menjadi pilar-pilar Indonesia.
"Kemerdekaan adalah jembatan dari masa lalu menuju masa depan yang lebih baik. Kemerdekaan memungkinkan bangsa ini memastikan kemajuan menjangkau seluruh pelosok negeri," kata cucu Proklamator RI Sukarno itu.
Puan mengingatkan bahwa kemerdekaan juga merupakan tentang tanggung jawab. "Menggunakan kebebasan kita untuk kebaikan bersama, untuk saling mendukung, dan membangun hubungan baik dengan negara lain," ucap Puan.
Puan menilai, tidak ada negara yang dapat maju sendirian. Untuk itu, kemitraan, kolaborasi, dan upaya kolektif adalah kunci menuju dunia yang damai dan sejahtera.
"Marilah kita teruskan semangat kemerdekaan yang tak terbatas, yang dibimbing oleh persatuan dan kedaulatan, agar Indonesia terus menjadi kekuatan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan ini," katanya.
BACA JUGA:
"Dan marilah kita bersama-sama merayakan, 80 tahun kemerdekaan Indonesia, untuk ikatan persahabatan yang abadi, dan untuk masa depan kita bersama," imbuh Puan.
Puan mengungkapkan alasan mengundang para ketua parlemen ASEAN pada Sidang Tahunan ini adalah karena ia ingin menunjukkan proses demokrasi di Indonesia.
"Untuk memperkuat soliditas dan agar parlemen di ASEAN sebagai sahabat DPR bisa menyaksikan salah satu proses demokrasi di Indonesia," pungkasnya.