Bagikan:

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan telah mendistribusikan 5.706 ton beras SPHP ke ribuan titik. Langkah ini dilakukan guna menstabilkan harga pangan.

Perihal tersebut disampaikan dalam peluncuran Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian; Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi; dan Direktur Utama Perum Bulog Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kick-off Gerakan Pangan Murah secara serentak. Hingga 13 Agustus, sudah disalurkan 5.706 ton beras SPHP di 4.705 titik. Khusus hari ini, kami menyalurkan 2.424 ton di 1.552 titik dengan penerima manfaat hampir 485 ribu orang,” ujar Sigit kepada wartawan, Kamis, 14 Agustus.

Disebutkan dalam program yang dilaksanakan Polri bersama Bulog tersebut beras, gula, dan minyak yang dijual tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami terus mendorong penyaluran beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton agar segera terealisasi sesuai arahan Bapak Presiden. Evaluasi akan dilakukan setiap minggu untuk memastikan program berjalan optimal,” tegasnya.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait ketersedian pangan.

“Bantuan pangan sudah 90 persen tersalurkan untuk 18,27 juta Keluarga Penerima Manfaat. Selanjutnya Gerakan Pangan Murah SPHP sebanyak 1,3 juta ton akan terus berjalan hingga Desember,” kata Arief.

“Beras dijual Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000, dan tepung Rp10.000. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Terima kasih kepada Kapolri, jajaran Kapolda, Dirut Bulog, dan semua pihak yang mendukung,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan kesiapan Bulog dalam mendukung program nasional ini.

“Saat ini Bulog memiliki stok 4,2 juta ton beras. Sebanyak 1,3 juta ton dialokasikan untuk SPHP, dan 0,3 juta ton untuk bantuan pangan. Kami bersinergi dengan Polri, TNI, serta pemerintah daerah agar harga di lapangan bisa ditekan,” jelasnya.

Ditegaskan, pentingnya soliditas semua pihak dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya keterjangkauan harga.

“Sinergi TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan di daerah akan meminimalisir kenaikan harga. Dengan arahan Bapak Presiden, kami berupaya semaksimal mungkin menyalurkan pangan ke seluruh Indonesia,” kata Rizal.

Gerakan Pangan Murah ini akan berlangsung hingga 16 Agustus 2025, dengan target distribusi beras, minyak, gula, dan kebutuhan pokok lain ke seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau.