JAKARTA - Kelompok militan Palestina Hamas menilai pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai "visi Israel Raya" membahayakan negara dan masyarakat di kawasan, menuntut negara-negara Arab mengambil posisi yang jelas.
"Pernyataan-pernyataan ini dengan jelas menegaskan bahaya" yang ditimbulkan Israel bagi semua negara dan masyarakat di kawasan," kata Hamas dalam pernyataan di saluran telegramnya, melansir TASS 14 Agustus.
"Pernyataan-pernyataan fasis ini menuntut negara-negara Arab untuk mengambil posisi yang jelas, terutama dengan mengambil langkah-langkah serius untuk mendukung rakyat kami di Palestina dan Jalur Gaza," lanjutnya.
Hamas juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengutuk pernyataan perdana menteri Israel tersebut dan mengambil langkah-langkah untuk "mengakhiri perang brutalnya" di wilayah Palestina tersebut.
Sehari sebelumnya, Netanyahu mengatakan dalam wawancara dengan saluran TV I24, Ia sedang memenuhi "misi bersejarah dan spiritual", merasakan kaitannya dengan konsep "Israel Raya."
BACA JUGA:
Istilah "Israel Raya" muncul setelah Perang Enam Hari tahun 1967 untuk merujuk pada Israel dan wilayah-wilayah yang baru didudukinya: Yerusalem Timur, Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai dan Dataran Tinggi Golan.
"Israel Raya" adalah istilah yang digunakan dalam gerakan-gerakan keagamaan dan politik yang mengadvokasi perluasan wilayah Israel.