JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri rapat koordinasi terkait pembangunan infrastruktur di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah bersama DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 Agustus.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI GKR Hemas, dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X.
Dalam rapat yang dihadiri kepala daerah dan anggota DPD RI, AHY memaparkan soal kebijakan pembangunan infrastruktur 2025-2029 khususnya di wilayah DIY dan Jateng Selatan (Jasela).
"By the way saya jarang-jarang ke DPD RI. Sehingga terima kasih ibu (GKR Hemas), saya diundang secara khusus untuk bisa bertatap muka secara langsung," ujar AHY di awal paparannya.
AHY kemudian membeberkan data statistik pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa bagian selatan (Jasela), di mana DIY menjadi daerah yang pertumbuhan ekonominya paling tinggi mencapai 5,49 persen.
"Year on year 5,49 persen, betul Pak Gubernur? 5,49 persen Memang size-nya tidak lebih besar dibandingkan tetangga-tetangganya. Tetapi sebetulnya pertumbuhan ekonominya paling tinggi," kata AHY.
"Sedangkan Jawa Tengah 5,24 persen, ini terbesar keempat. Jadi saya ingin memotret ini terlebih dahulu Sehingga kita bisa membayangkan apa yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan apa yang sudah baik dan meningkatkan apa yang belum baik," imbuh Ketua Umum Partai Demokrat itu.
AHY menerangkan, sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi baik DIY maupun Jawa Tengah, berdasarkan lapangan usaha, 9,38 persen berasal dari sektor konstruksi untuk DIY.
"Bapak-Ibu sekalian, konstruksi satu rumah itu melibatkan 180 jenis industri yang berbeda, Setuju ya? Bikin rumah kita butuh apa? Semen, pasir, batu, bata besi, genteng, cet, paku, banyak sekali, jadi kalau kita punya anggaran yang cukup untuk membangun infrastruktur, mulai dari rumah maupun infrastruktur lain yang lebih kompleks, sudah pasti akan menggerakkan ekonomi, industri, UMKM, sudah pasti Tidak salah kalau di banyak negara infrastruktur itu juga menjadi kontributor dalam pertumbuhan ekonomi mereka," terangnya.
"Nah sedangkan di Jawa Tengah ini, ini di atas ini ada tentunya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, ini juga penting apakah mereka, sektor ini apakah membutuhkan infrastruktur Bapak-Ibu sekalian? Betul, jadi tentu relevan untuk bisa kita diskusikan bersama," sambungnya.
BACA JUGA:
AHY menuturkan, DIY merupakan sentra kawasan pendidikan sehingga memiliki indeks pembangunan manusia terbaik kedua setelah DKI Jakarta.
"Artinya disana banyak kampus, terutama di Sleman ya Paling banyak kampus itu. Dan kemudian pendidikannya juga lebih di atas rata-rata dibandingkan daerah-daerah lain. Sehingga sekali lagi, ini menyumbang, berkontribusi pada indeks pembangunan manusia," tuturnya.
AHY menyebut, DIY juga memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Sehingga juga membutuhkan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang memadai.
"Kita semua pernah liburan ke DIY dan juga ke wilayah Jasela. Siapa yang suka liburan di DIY? Kita semua pernah liburan ke DIY, dan juga ke wilayah Jasela. Siapa yang suka liburan di DIY? Semua ya? Favorit? Karena ada soul, ada apa ya, berbeda gitu setiap datang ke DIY. Jadi saya rasa ini perlu terus dikembangkan," katanya.
"Dan sekali lagi bicara tourism, bicara pariwisata ini membutuhkan infrastruktur, membutuhkan konektivitas. Jangankan untuk menarik wisatawan mancanegara. Untuk memobilisasi, menarik wisatawan sekitar DIY dan Jawa Tengah ini juga perlu kenyamanan bagi para wisatawan. Jadi perlu kita perkuat di sini," pungkasnya.