Bagikan:

JAKARTA - Irak dilanda pemadaman listrik di wilayah tengah dan selatannya pada Senin setelah pembangkit listrik di Provinsi Anbar, Irak barat, ditutup.

Penutupan mendadak pembangkit Hamidiya tersebut menyebabkan gangguan pada jaringan transmisi listrik, kata sumber di kementerian terkait.

Ketua komite energi parlemen Irak mengatakan kepada Reuters, Senin, 11 Agustus, pemadaman listrik tidak memengaruhi wilayah semi-otonom Kurdistan.

Sebagai anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan salah satu produsen minyak terkemuka dunia, Irak berjuang keras untuk menyediakan energi bagi warganya sejak invasi pimpinan AS tahun 2003 yang menggulingkan Saddam Hussein.

Pada Maret, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mencabut keringanan yang memungkinkan Irak membayar Iran untuk listrik, sebagai bagian dari operasi "tekanan maksimum" Trump terhadap Teheran.

Irak sangat bergantung pada impor gas alam Iran untuk menghasilkan listrik.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+