Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengaku perasaannya campur aduk antara khawatir tapi juga terbesit harapan menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas perang di Ukraina pekan ini.

Tusk mengulang kembali janji Washington untuk berkonsultasi dengan mitra-mitra Eropanya sebelum perundingan tersebut.

Trump akan bertemu dengan  Putin di Alaska pada Jumat, 15 Agustus. Ukraina khawatir kedua pemimpin tersebut mungkin mencoba mendikte persyaratan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 3,5 tahun.

"Pihak Amerika telah berjanji akan berkonsultasi dengan mitra-mitra Eropa mengenai posisinya sebelum pertemuan di Alaska," ujar Donald Tusk dalam konferensi pers dilansir Reuters, Senin, 11 Agustus.

"Saya akan menunggu dampak dari pertemuan antara Presiden Trump dan Putin – saya memiliki banyak kekhawatiran dan banyak harapan,” sambungnya.

Ia mengatakan pernyataan Trump baru-baru ini tentang perang di Ukraina dapat memberikan kesan presiden AS semakin memahami argumen Ukraina dan Eropa terkait konflik tersebut, tetapi Tusk tidak 100% yakin posisi ini akan bertahan lama.

ferd

Para pemimpin Prancis, Italia, Jerman, Polandia, Inggris, Finlandia, dan Komisi Eropa pada hari Sabtu menyambut baik upaya Trump untuk mengakhiri perang, tetapi menekankan perlunya menekan Rusia dan memberikan jaminan keamanan bagi Kyiv.

Tusk mengatakan pernyataan bersama para pemimpin Eropa menunjukkan mereka bersatu dalam pendekatan mereka terhadap perundingan damai Ukraina, dan menambahkan bahwa Kyiv harus dilibatkan dalam setiap diskusi tersebut.

"Bagi Polandia dan mitra kami, jelas bahwa batas negara tidak dapat diubah dengan paksa," ujarnya.

"Perang Rusia dengan Ukraina tidak boleh menguntungkan pihak agresor,” sambungnya.