Bagikan:

JAKARTA - Salah satu unit pembangkit PLN Nusantara Power, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar secara resmi telah menambah kapasitas mesin pembangkitnya.

Add on PLTGU Muara Tawar dengan kapasitas 650 Mega Watt (MW) menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang ketenagalistrikan yang meliputi 26 pembangkit listrik serta 11 transmisi dan Gardu Induk di 18 provinsi.

Setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin 20 Januari yang lalu, kini PLTGU Muara Tawar memiliki total kapasitas 2.700 MW dan menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik nasional, terutama dalam mendukung daerah penting di sekitar Jabodetabek.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menjelaskan, PLTGU Muara Tawar berperan sebagai pembangkit peaker, yaitu pembangkit yang dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada saat beban puncak.

"Kemampuan respons cepat dari turbin gasnya memungkinkan pembangkit ini untuk segera beroperasi saat permintaan listrik meningkat tajam, sehingga menjaga kestabilan pasokan listrik," ujarnya, Sabtu 25 Januari.

Selain itu, PLTGU ini juga dilengkapi dengan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Plant yang mendukung pemulihan sistem kelistrikan Jamali ketika terjadi gangguan atau blackout.

PLTGU Muara Tawar telah membuktikan keandalannya dengan tingkat kesiapan operasional di atas 90 persen, sesuai dengan standar internasional North American Electric Reliability Corporataion (NERC). Capaian ini tidak lepas dari dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan infrastruktur yang terawat dengan baik.

Menjawab kebutuhan listrik yang meningkat di wilayah Jawa-Madura-Bali, lanjut Ruly, PLN NP telah menyelesaikan proyek add-on Muara Tawar yang menambah daya mampu hingga 650 MW dan dibangun di atas lahan strategis di Kecamatan Tarumajaya yang dimiliki perusahaan sejak 2008.

"Proyek ini mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga 1.140 orang dengan penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapa 34,76 persen," ucap Ruly.

Ruly juga menyoroti pentingnya PLTGU Muara Tawar sebagai penggerak utama keandalan listrik di area Jakarta. Ia menegaskan, pembangkit ini berperan besar dalam menjaga pasokan listrik untuk kebutuhan VVIP seperti gedung pemerintahan dan Istana Presiden, dengan operasional yang selalu memenuhi standar global.

"PLN NP berkomitmen untuk terus menjaga pasokan listrik yang stabil, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta, termasuk area VVIP seperti Gedung DPR, MPR, kementerian, dan Istana Presiden. Melalui add on PLTGU Muara Tawar, juga mampu mengurangi emisi CO2 sebanyak 417.195 ton CO2 pertahunnya," beber Ruly.