Bagikan:

JAKARTA - Aktivis iklim Greta Thunberg mengatakan akan bergabung dengan armada lain ke Gaza, upaya pelayaran sebelumnya digagalkan pasukan Israel dan dirinya dideportasi.

"Pada 31 Agustus, kami meluncurkan upaya terbesar yang pernah ada untuk mematahkan pengepungan ilegal Israel atas Gaza dengan puluhan kapal berlayar dari Spanyol," tulisnya di Instagram, melansir The Times of Israel 11 Agustus.

"Kami akan bertemu puluhan kapal lainnya pada 4 September yang berlayar dari Tunisia dan pelabuhan-pelabuhan lainnya. Kami juga memobilisasi lebih dari 44 negara dalam demonstrasi dan aksi serentak untuk memutus keterlibatan dalam solidaritas dengan rakyat Palestina!" tandasnya.

Disebut "Flotila Sumud Global", armada ini dijadwalkan juga akan mengikutsertakan warga negara Brasil, Thiago Avila, yang ikut serta dalam upaya armada sebelumnya.

Dikutip dari JNS, Flotila Sumud Global diperkirakan akan terdiri dari para pekerja bantuan, tenaga medis hingga sejumlah seniman.

Sebelummya, Thunberg bersama sejumlah aktivitas berlayar dengan kapal kemanusiaan Madleen berbendera Inggris yang dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC). Mereka berangkat dari Sisilia, Italia pada 6 Juni dan berusaha mencapai Gaza untuk menembus blokade Israel.

Militer Israel mencegat kapal tersebut dan menariknya ke Pelabuhan Ashdod. Para aktivis di dalamnya ditahan sebelum akhirnya dideportasi, termasuk Thunberg.