JAKARTA - Pedagang makanan cilok korban pemerasan dan penganiayaan preman di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, sudah membuat laporan kepolisian di Mapolrestro Jakarta Pusat pada Senin, 11 Agustus 2025.
"Korbannya sudah membuat LP di Polres," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan saat dikonfirmasi.
Kendati korban telah membuat laporan, polisi belum berhasil menangkap pelaku pemalakan dan pemerasan terhadap pedagang cilok tersebut.
"Pelaku masih dicari. Tempat kejadian perkara (TKP) masuk Tanah Abang," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, pedagang cilok yang menjadi korban pemalakan dan penganiayaan di kawasan Bundaran HI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, meluapkan rasa kekecewaannya terhadap aparat penegak hukum dan pemerintah melalui rekaman video yang viral di media sosial.
Dalam unggahan video kekecewaan itu, korban mengeluhkan terhadap ekonomi yang dialaminya semakin sulit di tahun 2025.
BACA JUGA:
"Lur, tahun 2025 menurut shio aslina tahun opo toh, tahun celeng opo tahun tikus. Buat dagang susah betul.
Daya beli menurun drastis, dagang sulit," curhat pedagang cilok dalam rekaman video, Jumat, 8 Agustus 2025.
Selain merasakan sepinya pembeli dan omset dagang menurut, dirinya juga kerap mendapatkan aksi pemalakan hampir setiap malam saat berjualan di kawasan bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Sing parah lagi soal pengamanan. Apalagi cuma dipalak tiap malam tiap hari dipalak preman. Ngeri betul. Khususnya wilayah Bundaran HI, wilayah Sudirman. Kadang mikir sampe stres," keluh pedagang cilok.