Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Jerman tidak akan menyetujui ekspor persenjataan militer apa pun yang dapat digunakan di Jalur Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Keputusan ini diambil Kanselir Friedrich Merz pada Jumat, 8 Agustus, menanggapi rencana Israel untuk memperluas operasi militernya di sana.

Kabinet politik-keamanan Israel menyetujui rencana menguasai Kota Gaza, langkah yang memperluas operasi militer meskipun kritik yang semakin intensif di dalam dan luar negeri atas perang yang telah berlangsung hampir dua tahun dan menghancurkan tersebut.

Merz mengatakan Israel berhak untuk melucuti senjata Hamas dan mengupayakan pembebasan para sandera Israel.

"Pemerintah Jerman yakin bahwa tindakan militer yang lebih keras di Jalur Gaza yang diputuskan oleh kabinet Israel tadi malam semakin mempersulit tercapainya tujuan-tujuan ini," ujar Merz dilansir Reuters.

"Dalam situasi ini, pemerintah Jerman tidak akan menyetujui ekspor peralatan militer apa pun yang dapat digunakan di Jalur Gaza hingga pemberitahuan lebih lanjut,” sambungnya.

Sekutu sayap kanan dalam koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mendorong pengambilalihan total Gaza sebagai bagian dari janjinya untuk membasmi militan Hamas, meskipun militer telah memperingatkan hal ini dapat membahayakan nyawa para sandera yang tersisa.

Pembebasan para sandera dan negosiasi gencatan senjata merupakan prioritas utama Jerman, ujar Merz, yang mengungkapkan keprihatinan mendalam atas penderitaan warga sipil di Jalur Gaza.

Parlemen Jerman menyatakan pada Juni, izin ekspor peralatan militer ke Israel senilai 485 juta euro ($564 juta) telah diberikan antara 7 Oktober 2023 dan 13 Mei 2025.